Kategori
Artikel

Gula Halus (Icing Sugar)

Penggunaan gula halus / icing sugar

Para pecinta makanan manis atau makanan penutup (dessert) pasti tidak asing dengan bubuk yang satu ini. Biasanya sebagian besar makanan di kategori ini memproleh rasa manis dari bubuk gula halus atau nama lainnya icing sugar.

Masyarakat pada umumnya mengenal Icing Sugar dengan nama gula halus. Membuatnya sederhana, yaitu menggiling gula pasir hingga menjadi bubuk yang sangat halus.

Tidak berbeda dengan gula pasir, gula halus (icing sugar) memiliki rasa manis yang sama. Yang berbeda hanyalah tekstur seperti bubuk halus seperti tepung. Ketika masuk ke mulut, gula halus mudah meleleh di lidah sehingga memberikan kesan seperti es yang mencair.

Selain gula pasir yang dihaluskan, pembuatan icing sugar juga biasanya menambahkan sejumlah kecil zat anticaking, seperti pati jagung atau trikalsium fosfat (E341). Tujuannya untuk menyerap kelembapan dan membantu biji-bijian tetap terpisah sehingga bisa mengalir bebas, tidak menggumpal maupun menempel satu sama lain.

Cara Membuat Gula Halus (Icing Sugar)

Ada berbagai macam produk gula halus (icing sugar) beredar. Akan tetapi terkadang kita ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, Caranya pun sederhana.

Bahan

Bahan yang kita perlukan untuk membuat gula halus (icing sugar) antara lain adalah :

1 cup gula pasir atau gula kastor

1 sdm tepung jagung

Alat

Alat yang diperlukan untuk membuat gula halus (icing sugar) antara lain :

Blender atau foor processor

Saringan makanan

Langkah dan cara pembuatan

Siapkan gula pasir yang akan kita gunakan. Pastikan blender atau food processor dalam keadaan kering. Masukan gula pasir dan tepung jagung tadi kedalam blender sesuai takarannya. Blender semua bahan tadi hingga benar-benar halus. Jangan biarkan blender terlalu panas karena akan menyebabkan gula halus (icing sugar) yang kita buat menggumpal karena lembap.

Setelah proses penghalusan selesai, pindahkan gula halus (icing sugar) yang kita buat tadi ke saringan. Saring gula halusnya sampai halus seperti bedak.

Icing sugar yang kita buat siap kita gunakan dan dapat kita simpan dengan baik dalam suhu ruangan selama 3 bulan. Jika ingin memperpanjang umur pakainya kalian dapat mendinginkannya. Hal ini dapat membuat gula halus (icing sugar) buatan kita bisa bertahan hingga 6 bulan.

Itu di cara membuat gula halus atau icing sugar yang praktis di rumah. Kalian bisa langsung mencoba sendiri dirumah.

Tips dan info dari Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Baking Syrup Dalam Pembuatan Produk Bakery

Bagi sebagian orang, baking syrup dalam pembuatan produk bakery belum terlalu familiar. Sebagian besar orang masih menggunakan gula pasir dalam membuat kue dan roti, terutama industri rumahan. Padahal penggunaan baking syrup dapat meningkatkan kualitas kue dan roti menjadi lebih baik. Penggunaan baking syrup juga dapat memaksimalkan tingkat mengembangnya roti, karena kandungan dasar dari baking syrup dapat mempercepat proses ragi dalam adonan kue dan roti.

Kandungan Baking Syrup

Baking syrup merupakan formula khusus yang berasal dari berbagai bahan turunan seperti sirup jagung dan tapioka, bahan ini bekerja dengan sangat baik dengan ragi. Formula dari baking syrup ini sendiri mengandung sirup fruktosa, dekstrosa, dan poliol sesuai dengan gula pasir yang akan digunakan bersamaan dangan ragi.

Sirup jagung dan tapioka yang menjadi bahan dasar baking syrup di produksi melalui proses biokimia. Pati dari kedua bahan tersebut dipisahkan dari bulir jagung dan umbi tapioka untuk selanjutnya di proses secara enzimatik. Enzim yang ditambahkan ke dalam campuran air dan pati akan memecah rantai karbohidrat dalam pati menjadi sirup glukosa dan berbagai turunannya.

Penggunaan Baking Syrup

Penggunaan baking syrup dalam pembuatan produk bakery dapat meningkatkan kualitas kue dan roti yang kita buat menjadi lebih baik. Formulasi gula yang tidak tepat dapat menyebabkan roti tidak mengembang dengan optimal.

Penggunaan baking syrup dan gula pasir memiliki banyak persamaan tetapi sedikit memiliki perbedaan. Pada saat proses pengadukan berlangsung, baking syrup masuk bersama dengan bahan basah. Hal ini berbeda dengan gula pasir yang masuk sebagai bahan kering. Saat semua bahan sudah tercampur, waktu pengadukan untuk mencapai kondisi adonan yang kalis cenderung sama. Bahkan di beberapa jenis olahan kue dan roti, baking syrup tercatat memiliki waktu pengadukan lebih cepat. Ini karena ukuran partikel baking syrup yang lebih kecil ketimbang kristal gula pasir yang membantu agar proses untuk mencapai adonan yang homogen dapat berlangsung lebih mudah.                

Jika anda menginginkan roti dengan tekstur chruncy di luar dan berwarna cokelat keemasan, lebih mudah mengontrolnya dengan menggunakan baking syrup. Penggunaan baking syrup dapat membuat tekstur dan warna roti yang sempurna tanpa mengorbankan kualitas dan tingkat kelembutan roti yang kita harapkan.

Nah dari penjelasan tadi dapat kita simpulkan kalau penggunaan baking syrup jauh lebih baik ketimbang dengan gula pasir. Baking syrup juga mengandung zat yang mempercepat proses ragi. Selain itu dari segi harga, baking syrup sangatlah terjangkau dan juga baking syrup mudah kita dapatkan.

Produk Baking Syrup Gold

Kami dari Clio Surya Cemerlang merupakan distributor bahan makanan dan minuman di Bali. Memiliki satu produk unggulan yaitu Baking Syrup Gold. Formula khusus untuk roti, Baking syrup gold mengacu pada bahan yang pembuatan roti di Jepang, tentunya memiliki standard dan kualitas terbaik yang dapat menghasilkan olahan kue dan roti dengan cita rasa enak, bertekstur lembut, memiliki warna lebih cerah yang dapat menggugah selera.

Produk baking syrup kami memiliki kemasan dispenser. lebih mudah dalam menuang sehingga konsumen tidak perlu repot lagi. Untuk mengukur takaran, anda dapat menggunakan gelas volume atau timbangan.

Menyimpan Produk Baking Syrup kami sangat mudah dan memiliki umur penyimpanan yang lebih lama dari gula. Membuat hasil kue dan roti yang anda buat tetap lembut, tidak mudah keras, serta lebih tahan lama dalam berbagai kondisi. Kami selalu memastikan produk Baking Syrup Gold yang kami jual dalam keadaan baik, karena kepuasan konsumen menjadi prioritas utama kami.  

Kunjungi website kami untuk info produk dan pemesanan  http://www.tokocsc.co.id/            

Kategori
Artikel

Bagaimana Menyajikan Susu Bubuk Untuk Dikonsumsi Bayi?

Bayi yang baru lahir idealnya mendapatkan ASI eksklusif dari Ibunya. akan tetapi, dalam beberapa kondisi tertentu, ketika pemberian ASI untuk bayi tidak memungkinkan sehingga perlu menggunakan susu bubuk formula. Bagaimana menyajikan susu bubuk untuk dikonsumsi bayi? Seperti halnya dengan ASI, penyajian susu formula untuk bayi tidak boleh sembarangan. Pentingnya anda dan peralatan yang anda gunakan dalam keadaan bersih dan higienis. Bagaimana cara dan langkah yang benar, aman dan higienis dalam membuat susu untuk bayi?

Cara Menyeduh Susu Bubuk Untuk Bayi

Menyeduh susu bubuk formula bayi tidak bisa sembarangan. Jadi Bagaimana menyajikan susu bubuk untuk dikonsumsi bayi? Untuk memenuhi kebutuhan gizi sang bayi biasanya ibu dari si bayi akan memberikan ASI eksklusif. Akan tetapi, dalam beberapa kondisi khusus ketika bayi tidak bisa mendapatkan ASI eksklusif dari baru lahir, peran susu bubuk formula bayi sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Bayi yang baru lahir mungkin memperoleh ASI eksklusif, akan tetapi ditengah jalan bayi perlu mendapatkan susu bubuk formula karena satu dan lain hal. Selain itu, bayi yang sudah berusia 6 bulan biasanya sudah mulai belajar makan makanan pendamping ASI sehingga diperbolehkan minum seduhan susu bubuk formula maupun ASI dicampur dengan susu bubuk formula.

Memberikan susu bubuk formula untuk bayi harus dengan cara yang baik dan benar, pastikan anda mengetahui cara membuat, menyeduh, dan juga membersihkan peralatan agar aman dan higenis.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), suhu air yang kurang panas saat menyeduh susu bubuk formula merupakan tempat ideal bagi bakteri berkembang biak. Alhasil, ketika bayi meminum susunya, ia beresiko mengalami gangguan medis pada pencernaan seperti diare yang dapat berujung pada masalah kekurangan gizi karena penyerapannya kurang optimal.

Menyajikan susu bubuk untuk dikonsumsi bayi ada 2 cara. Bisa dengan membuatnya satu persatu atau botol per botol bila perlu, atau membuatnya sekaligus untuk 24 jam dan menuangkannya ke dalam botol-botol.

Agar susu bubuk formula untuk bayi tetap aman, bersih dan higenis, berikut ini langkah dan tata cara membuat, menyeduh dan menyimpan susu bubuk formula yang benar untuk bayi :

1. Cuci Tangan

Langkah pertama adalah mencuci tangan dengan bersih. Kedengarannya memang sepele dan sering kita abaikan, akan tetapi langkah awal ini penting karena kuman banyak menempel pada tangan dapat dapat mengontaminasi susu yang akan kita buat.

Pastikan anda selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir terlebih dahulu sebelum memulai menyiapkan bahan dan peralatan untuk membuat susu formula.

2. Siapkan dan bersihkan botol susu bayi

Setelah anda memastikan tangan anda sudah bersih, anda harus memastikan kalau botol susu dan peralatan lain harus bersih dan higenis. Ini penting karena botol susu yang kurang bersih kemungkinan menyimpan banyak bakteri di dalamnya.

Bersihkan botol susu dengan cara mencucinya dengan air mengalir dan pakai sabun atau sabun khusus mencuci peralatan bayi. Selain sabun kita dapat merendam botol beberapa detik menggunakan air panas agar kuman yang menempel pada botol mati.

Gunakan juga alat seperti sikat khusus botol agar anda bisa menjangkau seluruh bagian botol dengan mudah. Perhatikan kebersihan sikat yang anda gunakan terlebih dahulu. Cuci dan bersihkan sikat sebelum anda gunakan untuk mencuci botol bayi.

Setelah anda sudah memastikan semua bagian botol sudah bersih dari sisa susu yang menempel, lalu bilas dengan air mengalir sampai tidak ada lagi busa sabun yang tertinggal.

Terakhir, anda dapat membiarkan botol yang sudah anda cuci tadi kering dengan sendirinya. Kalau anda terburu-buru dan butuh cepat, anda juga bisa mengelap botolnya dengan tisu. Hindari penggunaan kain lap yang ada di dapur karena kemungkinan sudah terkontaminasi bakteri.

3. Didihkan air dan seduh susu

Sebelum memulai pastikan susu bubuk formula yang anda gunakan tidak kadaluwarsa, pastikan melihat tanggal kadaluwarsa pada kemasan susu bubuk untuk memastikan keamanan bayi. Pahami petunjuk dan juga tata cara penyajian susu yang tertera pada kemasan. Misalnya, berapa sendok takaran susu bubuknya, berapa ml takaran airnya untuk menyeduh susu.

Didihkan air minimal 30 detik. Jika anda menggunakan pot listrik, pastikan menyeduh air sampai pot listrik anda mati secara otomatis lalu biarkan sampai mendingin.

Setelah suhu air sudah suam-suam kuku atau tidak kurang dari 70 derajat celcius, tambahkan sejumlah takaran sendok susu bubuk kedalam air. Mula-mula dengan susu bubuk tertumpuk ke sendok takaran, kemudian dengan sisi rata pisau tepis ke tepi sendok. Kemudian masukan ke dalam botol. Aduk rata susu bubuk sampai larut dengan air, lalu tuangkanlah ke dalam botol. Selain di aduk anda juga dapat mengocok sampai bubuk pada susu tercampur dan larut dengan sempurna.

* Persediaan untuk 24 jam. Aduk susu bubuknya sampai larut, lalu tuangkanlah ke sejumlah botol, tutup lalu masukan ke lemari es. Selewat 24 jam, buang yang tidak terpakai dan buatlah yang baru. Atau persediaan satu-persatu. Tutuplah botolnya dan kocok sampai susu bubuknya larut.

4. Penyimpanan dan penyajian

Jika anda ingin membuat persediaan susu dan menyimpannya, tuangkanlah susu kedalam beberapa botol. Tutup rapat dan letakan di lemari es dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius. Susu yang anda buat tadi dapat bertahan 24 jam. Selewat 24 jam, buang susu yang tidak terpakai tadi dan buatlah yang baru. Susu yang disimpan lebih dari 24 jam tidak baik untuk dikonsumsi bayi dan dikhawatirkan dapat mengganggu pencernaan bayi.

Lebih baik susu yang tidak di konsumsi lebih dari 24 jam di buang, dan buatlah persediaan baru lagi untuk 24 jam berikutnya. Larutan susu yang tidak segera diminum sebaiknya disimpan kedalam lemari es agar tidak cepat rusak dan terkontaminasi bakteri dan kuman.

Tutup rapat susu bubuk yang digunakan tadi ke dalam wadah yang tertutup rapat. Pastikan anda menaruh wadah susu bubuk yang anda simpan tadi di tempat yang tidak lembap agar susu bubuk yang anda simpan tidak menggumpal ataupun rusak.

Catatan:

* Kalau Anda keluar atau bepergian, bawalah sebotol air rebus sesuai ukuran yang anda butuhkan dan sebuah tempat berisi susu bubuk. Jadi, bila sang bayi memerlukannya, langsung dapat Anda buatkan.
* Selewat 1 jam, buanglah isi botol yang masih ada sisanya.
* Sekali lagi perhatikan tanggal pada kaleng susunya dan buanglah kalau kadaluwarsa. Lewat dari 1 bulan, buanglah kaleng susu bubuk yang sudah dibuka.
* Menghangatkan susu tidak boleh lama-lama, tidak lebih dari 10 menit sudah cukup.

Sekian tips dari kami tentang Bagaimana menyajikan susu bubuk untuk dikonsumsi bayi?

Tips dan info dari Clio Surya Cemerlang