Kategori
Artikel

7 Macam Gula Yang Wajib Diketahui Untuk Membuat Kue

gula, sugar, gula halus, gula cair , tokocsc
Gula Pasir – Bru-nO / Pixabay

Kue identik dengan rasa manis. Ketika kalian memakan kue yang rasanya manis, hal pertama yang terlintas dipikiran kalian pastilah gula. Gula membuat semua yang kalian makan terasa manis. Namun dalam urusan pembuatan kue, selain memberikan rasa manis gula juga dapat menstabilkan adonan, menambahkan tekstur dan mempengaruhi rasa makanan yang kita buat.

Nah oleh sebab itu, pentingnya untuk mengetahui jenis-jenis gula karena tiap jenis gula memiliki rasa dan fungsi yang berbeda ketika digunakan dalam berbagai macam resep.

Asal Gula

Dalam pembuatannya, gula berasal dari tebu, aren, kelapa, jagung, daun stevia, dll.

Akan tetapi disini kami hanya akan membahas gula yang berasal dari tebu, aren, dan kelapa saja.

Macam-Macam Gula

Ada berbagai macam gula yang ada saat ini, akan tetapi beberapa jenis gula ini sangat populer dikalangan bakers yang digunakan sebagai campuran pembuatan adonan kue, roti, dan aneka produk bakery lainnya.

Dalam pengelompokannya, gula yang kami bahas akan kami kelompokan menjadi 2 berdasarkan warnanya.

Gula Berdasarkan warna Putih

1. Gula Pasir

Jenis gula satu ini merupakan jenis yang paling umum di masyarakat. Tiap orang yang menyebut gula pasti yang dimaksud adalah gula pasir. Gula satu ini merupakan gula serba guna yang bisa digunakan untuk apa saja mulai dari masakan, olahan minuman, maupun pembuatan kue.

Memiliki bentuk kristal-kristal kecil, gula pasir terbuat dari cairan tebu. Gula pasir juga sering disebut dengan gula rafinasi dan juga gula dapur.

2. Gula Cair

Gula cair merupakan gula dalam bentuk cairan. Disebut juga dengan simple syrup, yaitu dengan mencairkan gula dan air dengan perbandingan 1:1.

Selain mencairkan gula pasir dan air, sirup jagung tinggi fruktosa juga bisa dikatakan gula cair.

Dalam pengemasannya, gula cair dipasaran saat ini dikemas dalam bentuk botol praktis dan ada juga dalam jerigen.

Dalam pembuatan kue, sirup jagung tinggi fruktosa jarang digunakan, cukup dengan menggunakan simple syrup saja.

3. Gula Halus atau Gula Bubuk (Icing Sugar)

gula halus, gula bubuk, sugar powder tokocsc
Gula Halus / Icing Sugar – congerdesign / Pixabay

Gula Halus atau yang sering disebut dengan icing sugar merupakan gula pasir yang melalu proses penggilingan hingga halus yang kemudian dicampur dengan tepung jagung agar tidak terjadi penggumpalan.

Jenis gula satu ini sering digunakan sebagai topping hiasan kue, topping donat, dan dekorasi kue kering karena mudah mencair.

Dalam membuat kue, gula bubuk atau halus berbeda dengan icing sugar, karena gula  halus  

dalam pembuatan kue tidak boleh mengandung campuran tepung jagung. Gula halus untuk campuran kue dapat mempercepat pengocokan dan mengubah tekstur kue.

Ada juga gula halus sebagai topping donat. Gula ini sedikit berbeda dengan gula halus biasa karena sidah ditambahkan rasa mint yang memberikan sensasi dingin saat mengunyah donat.

Baca Juga Artikel: Mengenal Gula Halus Beserta Kegunaannya

4. Gula Kastor

Gula kastor atau dalam bahasa inggrisnya caster sugar merupakan gula pasir yang memiliki butiran lebih kecil dan halus dibandingkan dengan gula pasir pada umumnya.

Gula kastor terbuat dari gula pasir tanpa penambahan tepung jagung. Karena ukuran kristalnya yang lebih kecil dibandingkan dengan gula pasir, gula kastor cenderung lebih cepat mencair ketimbang gula cair.

Dari segi harga, gula kastor jelas lebih mahal ketimbang gula pasir biasa.

Gula Berdasarkan Warna Cokelat

1. Brown Sugar

Dari namanya saja sudah jelas gula ini merupakan gula berwarna coklat. Dalam dunia baking, ada dua macam brown sugar yang biasa digunakan yaitu. Dark Brown Sugar dan Light Brown Sugar.

Dari segi tekstur, brown sugar mirip seperti gula pasir. Hanya saja warna dari brown sugar yaitu coklat dan terasa lebih lembab dan lebih mudah menggumpal jika disimpan dalam toples.

Untuk membuat brown sugar diperlukan gula tebu yang masih mengandung molase dari hasil refinasi gula. Produk hasil olahan tadi biasanya diberi nama raw brown sugar, natural brown sugar, atau muscovado. Namun brown sugar yang beredar dipasaran kebanyakan gula pasir refinasi yang agar berwarna kecokelatan diberi tambahan sirup molase. Memiliki aroma karamel dan terasa lembab.

2. Gula Aren

Ilustrasi Es Kopi Dengan Gula Aren

Masyarakat sering mengira kalau gula aren itu sama dengan gula merah atau gula kelapa. Padahal keduanya merupakan jenis gula yang berbeda dan memiliki rasa dan aroma yang jelas berbeda.

Gula aren berasal dari getah pohon palem yang direbus dan di diamkan hingga mengkristal. Memiliki rasa yang mirip dengan karamel serta memiliki warna cokelat tua.

Saat ini gula aren sangat populer sebagai campuran kopi kekinian. Selain bentuk cair, gula aren juga tersedia dalam bentuk bubuk atau lebih dikenal dengan palm sugar. Tetapi perhatikan juga label kemasan gula aren yang ingin anda beli karena ada juga palm sugar yang ternyata merupakan gula kelapa.

3. Gula Kelapa

Gula kelapa merupakan hasil olahan gula yang terbuat dari getah pohon kelapa yang diolah sehingga menjadi gula yang berwarna kecoklatan.

Gula kelapa dipercaya jauh lebih sehat dibandingkan gula tebu karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah.

Nah sekian dari kami artikel tentang 7 macam gula yang wajib diketahui. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Penjelasan Mengenai Cake Emulsifier

Ilustrasi adonan kue – byrev / pixabay

Pernah mengdengar bahan pelembut kue seperti SP? Bahan satu ini merupakan emulsifier untuk cake.

Cake Emulsifier merupakan salah satu bahan yang penting dalam proses pembuatan kue saat ini.

Jika melihat dari fungsi utama emulsifier yaitu bahan makanan yang dipakai untuk mencampur komponen air dan lemak.

Selain mencampur air dan lemak, emulsifier juga digunakan sebagai penguat adonan atau pelembut roti yang biasanya berasal dari enzim, protein nabati dan hidrokoloid.

Bagaimana Cara Kerja Emulsifier?

Memiliki kecenderungan hidrofilik dan lipofilik, Emulsifier dapat menyatukan cairan air dan lemak.

Dengan menggabungkan kedua zat ini, dapat memberikan berbagai macam manfaat pada produk bakery.

Emulsifier dapat menjaga kualitas, kesegaran dan kesatuan bahan makanan yang melalui proses pemanggangan dengan cara meningkatkan interaksi kedua elemen tadi yaitu air dan minyak dari lemak.

Selain Emulsifier sintetis, kita juga bisa memakai telur sebagai bahan alami.

Karena kandungan lesitin pada kuning telur berfungsi sebagai emulsifier alami.

Penggunaan emulsifier akan bervariasi tergantung pada jenis produk dan formulasi resepnya.

Baca Juga Artikel: Fakta Cokelat Putih Yang Ternyata Bukan Cokelat

Fungsi Emulsifier Pada Produk Bakery

cake – Biea / Pixabay

Dalam pembuatan sebuah produk bakery seperti kue, biasanya mengandung air dan lemak dalam jumlah besar yang tercampur kedalam adonan.

Maka dari itu, untuk menyatukan kedua zat yang tidak bisa menyatu ini dibutuhkan emulsifier.

Sangat penting menggunakan emulsifier pada adonan kue yang dapat menyatukan interaksi rumit antara telur, minyak, cokelat, tepung, gula dan bahan-bahan lainnya.

Dengan tercampurnya semua bahan menjadi satu kesatuan, dapat memberikan stabilitas adonan. Membantu aerasi dan retensi air yang membuat hasil kue menjadi maksimal.

Penggunaan emulsifier yang tepat dapat membuat kualitas produk dapat meningkat. Tekstur kue jadi lembut maksimal dan umur simpan kue menjadi lebih lama.

Selain itu, penggunaan emulsifier pada adonana kue dan roti dapat meminimalisir penggunaan bahan pada adonanan. Meski penggunaan beberapa bahan yang dikurangi, tidak akan mengurangi kualitas dan hasil akhir dari produk.

Sekian dari kami artikel tentang Cake Emulsifier. Nantikan artikel menarik lainnya hanya di tokocsc.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Fakta Cokelat Putih Yang Ternyata Bukan Cokelat

white chocolate, coklat putih - tokocsc
Coklat Putih/White Chocolate – Freepik

Siapa sih yang tidak pernah makan cokelat? Makanan berwarna cokelat gelap dengan rasa pahit manis yang pas ini dapat membuat mood setiap orang yang mengonsumsinya menjadi senang. Nah ada satu lagi nih cokelat yang berwarna putih padahal cokelat pada umumnya mempunyai warna cokelat gelap.

Nah mari kita bahas fakta mengenai cokelat putih yang katanya ternyata bukan cokelat sungguhan loh…

Cokelat Putih Bukanlah Cokelat

Meskipun terdapat kata cokelat pada cokelat putih, itu bukanlah termasuk golongan cokelat yang sebenarnya. Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika) untuk bisa dikatakan sebagai cokelat, suatu produk harus mengandung cairan cokelat yang memberikan rasa cokelat dan memiliki warna gelap seperti cokelat.

Dalam proses produksi cokelat mengahasilkan salah satu bahan utama untuk membuat cokelat putih, yaitu Cocoa Butter.

Proses Pembuatan Cokelat

proses pembuatan cokelat-tokocsc
Biji Cocoa – Getty Images

Dalam Produksi sebuah produk cokelat memang sedikit rumit. Cokelat sendiri dihasilkan dari biji yang ada di dalam buah kakao.

Ketika buah kakao berwarna kekuningan dan sudah matang, buah kakao dipanen dan diambil bijinya. Kemudian di fermentasi selama seminggu lalu di keringkan.

Biji yang sudah kering kemudian di kirim ke pabrik untuk di produksi menjadi cokelat.

Pada tahap produksi, biji kakao dipanggang lalu diproses untuk memisahkan bagian luar dari bijinya sehingga menghasilkan cocoa nibs.

Cocoa Nibs tadi lalu dihancurkan untuk mendapatkan Cairan Cokelat.

Cairan Cokelat yang didapat kemudian dipisahkan lagi menjadi dua produk yang disebut sebagai Cocoa Solid dan Cocoa Butter.

Cocoa Solid yang memberikan rasa enak pada cokelat sedangkan Cocoa Butter adalah lemak yang membuat cokelat terasa meleleh dan lumer dimulut.

Berbeda dengan Cocoa Solid, Cocoa Butter tidak memiliki rasa enak seperti cokeat karena bukan merupakan cokelat.

Cocoa Butter inilah yang menjadi bahan utama pembuatan cokelat putih. Karena rasanya yang tidak enak, maka diperlukan campuran bahan lain agar membuat rasanya manis.

Biasanya, Cokelat putih dibuat dengan menggunakan campuran cocoa butter, susu, lemak susu, gula, lecithin (emulsifier), dan terkadan perisa vanilla.

Baca Juga Artikel: Mengenal Sistem Keamanan Pangan Tertinggi di Dunia FSSC 22000

Warna Sebenarnya Bukanlah Putih

Warna Asli cokelat putih bukanlah putih, melainkan berwarna kuning gading seperti cocoa butter. Yang membuat cokelat putih berwarna putih adalah kandungan bahan-bahan lainnya seperti susu.

Cokelat Putih Merupakan Produk Baru

Cokelat telah ditemukan selama lebih dari 200 tahun yang lalu, akan tetapi cokelat putih baru pertama kali ada di Eropa selama perang dunia I. Perusahaan Nestle pertama kali memperkenalkan cokelat putih di amerika serikat pada tahun 1930-an.

Kandungan Antioksidan Yang Tidak Sama Dengan Cokelat Gelap

Dark Chocolate terkenal memiliki kandungan anti oksidan yang tinggi, namun hal ini tidak berlaku pada cokelat putih. Hal ini dikarenakan cokelat putih terbuat dari cocoa butter dimana kandungan antioksidan yang tinggi hanya ada di cocoa solid.

Nah itu dia artikel dari kami tentang Cokelat Putih. Nantikan artikel menarik lainnya hanya di tokocsc.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Mengenal Sistem Keamanan Pangan Tertinggi di Dunia FSSC 22000

Ilustrasi Produksi Bahan Makanan – istock

Di era global seperti sekarang diperlukan sebuah sistem kemanan pangan terbaik. Dari situlah kita menemukan produk bahan makanan yang terkadang bertuliskan logo FSSC 22000.

Bagi konsumen yang belum mengetahui apa arti dibalik logo tersebut akan kami bahas disini.

Apa yang dimaksud dengan FSSC 22000?

Sistem keamanan pangan fssc 22000 - tokocsc
FSSC 22000 Logo

Kebutuhan akan keamanan pangan internasional dan untuk melindungi masyarakat akan adanya bahaya pangan yang muncul membuat pentingnya sebuah sertifkasi. Untuk itulah tercipta ISO 22000 untuk menyediakan semua jenis organisasi yang berhubungan dengan rantai makanan untuk mengimplementasikan sistem manajemen makanan. Mulai dari produsen pakan, produsen primer, produsen makanan, transportasi, dan operator penyimpanan, subkontraktor hingga retail dan outlet layanan makanan. Selain itu organisasi terkait seperti produsen alat-alat, bahan kemasan, bahan pembersih, zat aditif dan bahan-bahan makanan juga terlibat.

FSSC 22000:2011 merupakan bentuk sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan baru yang berdasarkan standar ISO 22000 yang sudah ada dan sudah diakui internasional.

Sertifikasi FSSC dikelola oleh yayasan sertifikasi keamanan pangan yang berbasis di Belanda. Dirilis pada 15 mei 2009 dan diprakarsai oleh Badan Keamanan Pangan Dunia yaitu The Global Food Safety Initiative (GFSI).

Baca Juga Artikel: Baking Syrup, Pengganti Gula Untuk Produk Bakery

Perbedaan FSSC Dengan Sistem Keamanan Pangan Yang Lain

Perbedaan FSSC dengan sistem keamanan pangan lainnya terletak pada seberapa ketat pemeriksaan dan jumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin memperoleh sertifikasi tersebut. Untuk sertifikasi ISO 22000 dan HACCP yang menjadi syarat masih  terfokus hanya pada proses keamanan dalam pembuatan produknya saja.

Sementara untuk FSSC 22000, ada serangkaian persyaratan tambahan. Seperti menguji komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan produknya dan juga menguji cara perusahaan mengidentifikasi adanya pemalsuan produk.

Pentingnya Sertifikasi FSSC 22000 Untuk Industri Pangan

Setiap negara di dunia tentu memiliki standar keamanan pangan yang berbeda-beda. Ada negara yang hanya menetapkan HACCP sebagai standar mereka, adapula ISO 22000.

Akan tetapi, sebagai skema sertifikasi dengan tingkat keamanan tertinggi yang diakui internasional, perusahaan yang sudah mengantongi sertifikasi FSSC 22000 tentu memiliki banyak keunggulan. Salah satunya adalah mereka lebih bebas mengekspor produk mereka ke berbagai negara di dunia.

Cara Mendapatkan Sertifikasi FSSC 22000

Bagi para produsen yang sudah mengantongi sertifikasi ISO 22000:2005 dan ingin mendapat sertifikat FSSC 22000:2011 hanya membutuhkan validasi sertifikasi dan review tambahan ISO/TS 22002-1:2009.

Nah itu dia artikel dari kami tentang Sistem Keamanan Pangan FSSC 22000. Nantikan artikel menarik lainnya hanya di tokocsc.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Baking Syrup, Pengganti Gula Untuk Produk Bakery

ilustrasi roti dengan baking syrup – amiraxgelcola/pixabay

Penggunaan gula dalam membuat produk bakery memang diperlukan untuk menciptakan rasa manis pada produk. Mulai dari gula pasir maupun gula cair dimasukan kedalam adonan. Akan tetapi, ada satu produk baru pengganti gula yang selain mampu menciptakan rasa manis, juga memiliki banyak keunggulan lain untuk produk bakery yang akan kita buat. Produk itu adalah Baking Syrup.

Memang baking syrup termasuk produk baru dan jarang diketahui masyarakat. Maka dari itu, perlunya edukasi kepada para pelaku industri bakery tentang tata cara penggunaan baking syrup dalam produk yang akan dibuat.

Apa Itu Baking Syrup?

Sebelum kita membahas cara pengaplikasianya, kita musti tau apa itu baking syrup.

Baking Syrup adalah pemanis pengganti gula yang dapat digunakan dalam roti. Pemanis yang digunakan adalah campuran beberapa jenis pemanis yang sudah biasa dan aman dipakai dalam produksi makanan dan minuman skala industri.

Terbuat Dari Apakah Baking Syrup?

Baking Syrup berbahan dasar jagung dan tapioka dengan kandungan gluten dan perisa. Formula ini mengandung komposisi yang meliputi sirup fruktosa, dekstrosa, dan poliol sesua dengan karakter gula pasir yang biasa digunakan bersama ragi. Baking syrup mengandung pemanis mutakhir untuk membuat roti manis dan lebih lembut.

Forimulasi gula yang kurang tepat dapat menyebabkan pengembangan roti tidak optimal dan hasil yang tidak diharapkan.

Proses Pembuatan Baking Syrup

Baking syrup dibuat dengan memproses sirup jagung dan tapioka melalui proses biokimia. Pati dari kedua bahan tersebut dipisahkan dari bulir jagung dan umbi tapioka untuk selanjutnya diproses secara enzimatik. Enzim yang ditambahkan ke dalam campuran air dan pati akan memecahkan rantai karbohidrat dalam pati menjadi sirup glukosa dan berbagai turunannya.

Apakah Baking Syrup Aman?

Baking Syrup Gold Cargill, Pengganti Gula Kue, tokocsc
baking syrup gold – cargill

Salah satu produk baking syrup yang kita gunakan adalah Baking Syrup Gold dari Cargill.

Baking syrup gold terbuat dari bahan pangan nabati alami dan bersertifikat halal. Cargill telah memasok bahan pemanis sejak 1983 untuk produksi skala industri dengan sertifikat kualitas ISO 9001:2015 dan keamanan pangan FSSC 22000.

Baca Juga Artikel: Baking Syrup Dalam Pembuatan Produk Bakery

Apa Perbedaan Baking Syrup Dengan Gula

Berbeda dengan gula pasir maupun gula cair, baking syrup dikembangkan untuk dapat bekerja baik bersama ragi. Gunanya untuk menghasilkan adonan yang lebih kokoh dan tidak mudah overproof dan overmix. Roti menjadi lebih lembut dengan umur simpan lebih lama tanpa pengawet.

Bagaimana Cara Penggunaan Baking Syrup?

Penggunaan baking syrup dengan gula pasir memang memiliki banyak persamaan. Akan tetapi. pada saat pengadukan adonan, baking syrup dimasukkan bersamaan dengan bahan basah. Hal ini berbedan dengan gula pasir yang dimasukkan sebagai bahan kering.

Sesudah semua bahan dimasukkan, waktu pengadukan untuk mencapai kondisi kalis cenderung sama. Beberapa jenis produk bakeri dikabarkan memiliki proses pengadukan lebih cepat dengan baking syrup. Ini disebabkan oleh ukuran partikel baking syrup yang lebih kecil dibandingkan gula pasir yang berbentuk kristal. Hal ini membantu agar proses untuk mencapai adonan yang homogen dapat berlangsung lebih mudah.

Nah itu dia artikel dari kami tentang Baking syrup sebagai pengganti gula untuk produk bakery. Nantikan artikel menarik lainnya hanya di tokocsc.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Cara Menggoreng Makanan Berbalut Tepung Roti Atau Panir Yang Benar

Gorengan… Ya makanan satu ini merupakan makanan favorit hampir setiap orang. Bagaimana tidak, tekstur makanan yang renyah dan rasa gurih yang enak membuat makanan satu ini menjadi primadona di semua kalangan masyarakat.

Mulai dari pisang goreng, tempe goreng, bakwan, risoles, roti goreng, dan tidak ketinggalan jajanan gorengan kekinian seperti corndog yang laris diserbu para pembeli.

Gorengan yang disebutkan diatas kebanyakan adonannya terbuat dari tepung adonan, tetapi ada juga gorengan yang menggunakan tepung roti atau tepung panir.

Tepung roti atau panir biasanya digunakan untuk lapisan gorengan seperti risoles, roti goreng, maupun pisang goreng. Selain gorengan diatas tepung panir juga merupakan lapisan luar dari nugget.

Saat sedang ingin membuat gorengan berbahan tepung panir di atas, balutan tepung yang kita gunakan biasanya susah menempel dan akan rontok saat digoreng dan ditiriskan.

Ini dapat membuat minyak goreng yang kita gunakan menjadi kotor dan keruh. Apalagi saat ini harga minyak goreng dipasaran yang sangat mahal.

Agar hal ini tidak terjadi, yuk simak cara menggoreng makanan berbalut tepung roti yang benar agar adonan tepung roti dan panir menempel sempurna pada gorengan.

Mempersiapkan Bahan Celup

ilustrasi adonan sedang dilapisi tepung roti. (SHUTTERSTOCK)

Agar adonan tepung roti atau panir melekat sempurna, cukup siapkan adonan bahan celup.

Biasanya bahan celup yang digunakan adalah adonan air, telur, dan larutan tepung.

Pastikan bahan celup dalam kondisi baik.

Selain menggunakan adonan bahan celup diatas, untuk makanan yang memiliki cita rasa gurih, adonan perekat yang paling cocok adalah telur.

Bisa menggunakan putih telurnya saja atau telur utuh yang dikocok.

Telur akan membuat panir atau tepung roti melekat baik dibandingkan dengan tepung.

Baca Juga Artikel : Perbedaan Tepung Roti dan Panir (Bread Crumbs)

Untuk makanan yang memiliki cita rasa manis, anda dapat menggunakan 3 campuran tadi.

Setelah dicelup, lapisi adonan yang akan kalian goreng dengan tepung roti atau panir. Jangan lupa untuk menepuk-nepuk pelan adonan gorengan tadi agar tepung roti atau panir melekat dengan sempurna.

Dengan menepuk adonan gorengan, kalian dapat menghindari sisa tepung roti atau panir yang belum menempel sempurna dengan gorengan rontok dan mengotori minyak goreng.

Simpan Di Kulkas

Jika anda mempunyai banyak waktu, anda dapat menyimpan adonan gorengan yang sudah dilapisi tepung roti atau panir tadi kedalam kulkas.

Hal ini dapat membuat tepung roti atau panir yang akan kita goreng menempel sempurna dengan adonan.

Letakan dalam wadah tertutup, kemudian masukan ke dalam kulkas selama kurang lebih 30 menit.

Ini dapat mengurangi tepung roti atau panir rontok saat digoreng.

Gunakan Minyak Goreng Yang Banyak

Salah satu cara agar gorengan yang berbalut tepung roti atau panir matang sempurna adalah dengan cara menggoreng dalam minyak yang banyak.

Rendam gorengan kedalam minyak, pastikan sebelum di rendam minyak dalam keadaan benar-benar panas agar hasil gorengan tidak terlalu berminyak.

Gorengan yang digoreng dengan minyak banyak yang panas tidak boleh digoreng terlalu lama. Hanya jika, adonan gorengan di dalamnya sudah matang.

Sedangkan jika adonan yang dilapisi tepung roti atau panir belum matang, gunakan api kecil atau sedang. Menggunakan api besar pada adoanan yang belum matang dapat membuat gorengan yang kita buat gosong dibagian luar tapi belum matang didalam.

Jangan Sering Dibolak-Balik

Trik lainnya agar lapisan tepung roti atau panir tidak mudah rontok adalah dengan tidak sering membolak-balik  adonan yang sedang di goreng. Biarkan adonan beberapa saat agar bernar-benar matang. Lalu kalian bisa balik sisi lainnya.

Tiriskan Gorengan Berbalut Tepung Roti Atau Panir Dengan Benar

Ilustrasi Meniriskan Gorengan Yang Berbalut Tepung Roti atau Panir (SHUTTERSTOCK)

Tiriskan gorengan yang sudah digoreng di atas kertas penyerap minyak atau tisu dapur.

Pastikan , cemilan dalam posisi berdiri saat ditiriskan. Hal ini dapat membat minyak lebih mudah ditiriskan dan cepat keluar dari gorengan.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang Cara Menggoreng Makanan Berbalut Tepung Roti Atau Panir Yang Benar. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Tokocsc

Kategori
Artikel

Mengenal Sodium Propionate dan Calcium Propionate

Pernah tidak kalian mendengar Sodium Propionate atau Calcium Propionate? Terdengar asing di telinga masyarakat. Akan tetapi bagi pelaku industri makanan, minuman, dan bakery pasti sudah tidak asing dengan 2 bahan ini. Lantas apa yang dimaksud dengan Sodium Propionate dan juga Calcium Propionate? Dan apa sih perbedaan kedua zat tersebut?

Mengenal Sodium Propionate

Sodium Propionate

Sodium Propionate atau Sodium Propanoate adalah garam natrium organik yang terdiri dari ion natrium dan ion propionat dalam jumlah yang sama. Garam Sodium dari asam propionik memiliki rumus kimia Na(C2H5COO). Kristal putih ini cenderung mencair saat terkena udara lembab. Senyawa ini memiliki masa molar 96.060 g/mol. Memiliki bentuk kristal transparan, berbau zat asam asetat (asam cuka) dan asam butirat yang samar-samar. Memiliki titik leleh di 289 °C.

Sodium Propionate diproduksi menggunakan reaksi kimia dari asam propionat dan sodium carbonate. Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan sodium hydroxide sebagai pengganti sodium carbonate.

Sodium Propionate biasanya digunakan sebagai pengawet makanan dan makanan yang mengandung zat ini diberi label E281. Zat ini biasanya digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur pada produk bakery. Zat aditif makanan ini telah disetujui penggunaannya dibanyak negara di dunia.

Mengenal Calcium Propionate

Calcium Propionate Niacet Probake eks Netherland

Calcium Propionate atau Calcium Propanoate adalah garam kalsium dari asam propionat. Rumus kimia senyawa ini adalah Ca(C2H5COO)2. Bentuk dari Calcium Propionate adalah kristal solid berwana putih. Memiliki masa molar 186.2192 g/mol . Calcium Propionate akan sedikit larut dalam air dengan jumlah 49 g/100 mL pada suhu (0 °C) dan 55.8 g/100 mL (100 °C). Zat ini juga akan sedikit larut dalam alkohol seperti methanol dan ethanol akan tetapi zat ini tidak akan larut dalam zat aseton dan benzena. Struktur kristal senyawa ini bersifat monoklinik.

Calcium Propionate Profina

Calcium Propionate memiliki beberapa kegunaan diantaranya sebagai zat aditif makanan. Memiliki label E282. Selain itu, zat ini merupakan pengawet makanan yang penting. Calcium Propionate digunakan untuk mengawetkan berbagai macam jenis produk mulai dari : roti, produk bakery, daging olahan, whey, dan berbagai produk susu. Dalam industri pertanian, zat ini biasanya digunakan untuk mencegah penyakit milk fever (gangguan metabolik) pada sapi perah, digunakan sebagai suplemen pakan, dll.

Baca Juga Artikel : Perbedaan Margarin dan Mentega Untuk Olahan Makanan

Persamaan antara Sodium Propionate dan Calcium Propionate

Persamaan kedua zat ini adalah sama-sama merupakan zat garam dari asam propionat (propionic acid) dan kedua senyawa ini penting digunakan sebagai pengawet makanan.

Perbedaan dari Sodium Propionate dan Calcium Propionate

Perbedaan utama 2 zat ini adalah sodium propionate mengandung kation natrium yang terikat pada anion propionat, sedangkan Calcium Pripionate mengandung kation kalsium yang terikat pada dua anion propionat.

Selain itu, Sodium Propionate dapat diproduksi melalui reaksi antara asam propionat dan natrium karbonat sedangkan Calcium Propionate diproduksi melalui reaksi antara asam propionat dan kalsium karbonat. Saat mempertimbangkan penggunaannya, sodium Propionate digunakan sebagai pengawet makanan, bahan tambahan makanan, dan sangat penting dalam produk bakery untuk menghambat pertumbuhan jamur. Sedangkan Calcium Propionate digunakan sebagai aditif makanan pada roti, daging olahan, whey dan berbagai produk susu.

Dalam mengolah produk makanan, Calcium Propionate cenderung lebih bisa diaplikasikan di beberapa makanan seperti roti-rotian, keju, daging olahan, dll. sedangkan Sodium Propionate digunakan pada olahan bakery seperti kue.

Calcium Propionate lebih mampu bekerja dalam keadaan asam maupun basa. Zat ini paling cocok digunakan sebagai pengawet roti karena tidak menyerang ragi. Selain itu Calcium Propionate juga tidak memperlambat proses pengembangan roti.

Sedangkan Sodium Propionate membuat adonan tidak gampang gembos dan mengembang maksimal. Hal ini menjadi masalah bagi Calcium Propionate. Ion Kalsium mempengaruhi baking powder dan kawan-kawannya sehingga akan memperlambat proses pengembangan adonan.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang Sodium Propionate dan Calcium Propionate. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Perbedaan Margarin dan Mentega Untuk Olahan Makanan

Kalian pasti sudah tidak asing dengan kata mentega dan margarin. Kedua produk ini banyak digunakan untuk olahan makanan seperti kue, roti dan sudah beredar luas di masyarakat. Akan tetapi masih banyak masyarakat belum mengetahui perbedaan mentega dan margarin.

Seringkali masyarakat malah menyamakan kedua produk ini. Memang secara fisik mentega dan margarin hampir sama dan susah untuk dibedakan. Akan tetapi kedua produk ini sangatlah berbeda.

Lalu apa sebenarnya perbedaan mentega dan margarin?

Apa Itu Mentega?

Mentega atau butter

1. Bahan Dasar Mentega

Mentega atau butter adalah produk susu yang dibuat menjadi krim. Pembuatan mentega melalu proses pengocokan susu agar lemak padat dari susu terpisah dengan buttermilk atau bagian cair susu.

Susu yang diolah menjadi mentega biasanya berasal dari susu sapi. Namun, ada beberapa jenis susu yang bisa diolah menjadi mentega seperti susu domba, kambing, atau kerbau.

2. Bentuk dan Ciri Mentega

Mentega atau butter memiliki warna kuning pucat atau putih kekuningan, tergantung makanan dari hewannya.

Kandungan lemak pada susu akan mempengaruhi rasa dan tekstur dari mentegai itu sendiri.

3. Jenis – Jenis Mentega

  • Sweet Cream Butter

Pernah dengar mentega krim manis atau sweet cream butter? Mentega jenis ini dibuat dari krim susu yang dipanaskan untuk membunuh patogen dan mencegah pembusukan.

  • Unsalted Butter (Mentega Tawar)

Selain jenis sweet cream butter, ada juga jenis mentega yang dibuat dari susu mentah tanpa proses pemanasan, mentega ini disebut unsalted butter karena rasanya yang tawar.

  • Whipped Butter

Jenis mentega ini dibuat sebagai olesan kue dan roti. Penambahan udara pada proses pembuatan jenis mentega ini, membuat mentega punya konsistensi lebih ringan dan tidak terlalu padat.

Berbanding dengan mentega biasa, jenis mentega whipped butter memiliki kandungan kalori dan lemak lebih sedikit. Kandungan lemak pada mentega menjadi salah satu faktor yang membedakan setiap merk produk mentega.

Karena, kandungan lemak pada mentega dapat mempengaruhi rasa dan juga tekstur dari produk mentega. Oleh karena itu , mentega yang berasal dari lemak hewani cenderung mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan margarin.

Apa Itu Margarin?

Medalia Margarin

Margarin merupakan produk non-dairy yang dibuat sebagai pengganti mentega. pada tahun 1800an, Margarin dibuat menggunakan lemak hewan.

Kini margarin dibuat dari campuran minyak nabati, air, garam, dan pengemulsi. Ada juga beberapa produk margarin yang dicampur dengan susu.

Berbeda dengan mentega, margarin tidak bisa kalian buat sendiri di rumah.

Baca Juga Artikel : Minyak Padat Untuk Olahan Makanan Bebas Minyak

Perbedaan Mentega Dan Margarin

Perbedaan mentega dan juga margarin yang paling signifikan yaitu lemak yang terkandung di dalamnya. Mentega yang berasal dari susu mengandung lemak jenuh yang tinggi, sedangkan mergarin terbuat dari minyak nabati mengandung lemak trans.

Selain itu tekstur margarin akan lebih padat bila berada di suhu ruangan ketimbang mentega.

Hal itu dikarenakan jumlah lemak jenuh pada margarin akan membuat ikatan yang padat pada suhu ruangan.

Oleh karena itu, jika anda ingin membeli mentega melalui platfrom online, anda harus memilih pengiriman cepat yang dalam hitungan jam.

Sedangkan jika ingin membeli margarin, anda dapat memilih pengiriman dengan durasi lebih lama.

Para pembuat kue kebanyakan memilih mentega karena rasanya. Sedangakan margarin juga memiliki kelebihan tersendiri.

Kandungan air yang tinggi pada margarin, membuat produk-produk yang dibuat menggunakan margarin akan memiliki tekstur yang lebih lembut.

Penggunaan mentega dan margarin terkadang bisa digantikan satu dengan lainnya tergantung kebutuhan dan rasa yang ingin dicari.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang perbedaan mentega dan margarin. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Mengenal High Fructose Corn Syrup

sirup fruktasa dan gula pasir

High fructose corn syrup (HFCS) atau lebih dikenal dengan sirup fruktosa / fructose adalah pemanis buatan yang terbuat dari tepung jagung. Seperti dalam produksi sirup jagung konvensional, tepung pati terurai menjadi glukosa oleh enzim. Untuk membuat fructose syrup awalnya sama seperti membuat sirup jagung, yakni menguraikan pati jagung menjadi glukosa. Selanjutnya diproses oleh glukosa isomerase guna mengubah sebagian glukosa menjadi fruktosa.

Sebagai bahan pemanis, High fructose corn syrup sering dibandingkan dengan gula. Akan tetapi HFCS memiliki keunggulan yaitu lebih mudah di tangani dan lebih hemat biaya ketimbang gula.

Dalam high fructose syrup biasanya terdapat lebel HFCS 42 atau HFCS 55. Berarti kandungan fructose pada sirup sebesar 42% dan 55%. HFCS 42% biasanya digunakan dalam olahan cereal sarapan, sedangkan HFCS 55 digunakan dalam olahan minuman.

Rumus kimia fructose

Proses pembuatan high fructose corn syrup

High fructose corn syrup diperoleh melalui pengolahan sirup glukosa dengan proses isomerisasi. Bila dibandingkan dengan sukrosa (gula pasir), fruktosa / fructose memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi, antara 1,2 sampai 1,6 kali lebih manis. Sirup Fructose berfungsi sebagai pemanis yang mensubstitusi penggunaan gula untuk industri minuman (teh, kopi, jus, dan soft drink), roti dan makanan ringan (kue kering, pastry, roti, selai, dan agar-agar), dan produksi susu (susu kental manis dan es krim).

Mana yang lebih baik? HFCS atau gula meja?

Biasanya terdapat 2 label dalam HFCS, yaitu HFCS 42 dan HFCS 55. nah kandungan fructosa keduanya ternyata tidak jauh berbeda dibandingkan dengan gula pasir.

Nah oleh karena itu, sebenarnya keduanya hampir sama. Akan tetapi sirup fructose lebih mudah untuk ditangani dan cenderung memiliki rasa yang lebih manis dari gula. Selain rasa yang lebih manis dari gula meja, harga HFCS juga 10% lebih murah ketimbang gula meja.

Karena harganya yang lebih murah dari gula meja, sirup fructose sangat cocok digunakan dalam usaha kue, makanan, dan minuman.

Sekian dari kami info tentang high fructose corn sirup (HFCS). Nantikan artikel menarik lainnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Minyak Padat Untuk Olahan Makanan Bebas Minyak

Minyak Padat Frybest

Minyak Goreng… mungkin kata itu yang paling banyak di perbincangkan saat ini. Bagaimana tidak, kelangkaannya membuat harga di pasaran tidak terkontrol, terus meroket dari hari ke hari. Nah, selagi kita berbicara tentang minyak goreng nih, sebagian masyarakat hanya mengetahui kalau minyak itu cair. Tau enggak kalau disamping minyak goreng yang kita ketahui ada yang namanya minyak padat loh… Minyak padat? Bagaimana cara menggoreng kalo minyaknya padat? Nah mari kita bahas semua hal tentang minyak padat, simak dengan seksama ya.

Apa itu minyak padat?

Minyak padat atau frying fat pada umumnya berbentuk padat menyerupai mentega berwarna putih. Sekilas mirip dengan shortening atau mentega putih karena melalui berbagai macam proses. Biasanya minyak padat berbahan baku minyak sawit, kelapa, atau lemak hewani seperti sapi atau babi. Biasanya menggunakan bahan baku pilihan yang kemudian diolah secara teliti dan melalui proses quality check dengan mengatur campuran pada melting point ± 41 derajat C. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pembentukan tekstur di mesin teksturisasi dengan suhu rendah. Dikemas dalam kemasan 15 kilogram, minyak padat yang sudah lolos uji quality check dan quality assurance siap dipasarkan.

Minyakpadat memiliki titik asap lebih tinggi yaitu ± 240 derajat C, dan juga minyak padat lebih tahan dari kerusakan (tidak mudah teroksidasi).

Perbedaan minyak padat dan cair

Meski masyarakat lebih banyak menggunakan minyak goreng cair ketimbang minyak padat, minyak padat memiliki fungsi yang sama seperti minyak goreng cair yaitu untuk menggoreng. Akan tetapi minyak padat dapat dipakai berulang kali (kurang lebih 25 kali), lebih banyak ketimbang minyak goreng cair.

Minyak padat tidak memiliki aroma dan rasa khas yang dapat merusak aroma dan rasa asli makanan. Hasil olahan minyak padat juga cenderung tidak berminyak dan matang lebih merata sehingga sangat cocok digunakan untuk menggoreng fried chicken, donat, berbagai olahan bakery, dll. Selain tidak berminyak dan matang merata, menggoreng dengan minyak padat juga membuat hasil gorengan lebih garing, renyah, dan juga crispy.

Kelebihan dan kekurangan minyak padat

Boleh-boleh saja jika masyarakat ingin menggunakan minyak padat untuk memasak sehari-hari. Lalu kenapa masyarakat pada umumnya cenderung lebih banyak menggunakan minyak goreng cair ketimbang minyak padat?

Kelebihan

Menggoreng dengan minyak padat membuat makanan tidak berminyak karena minyak yang tersisa di olahan makanan tadi akan memadat setelah dingin. Membuat hasil gorengan renyah dan crispy lebih lama tanpa membuat kesan makanan beminyak. Sangat cocok digunakan untuk olahan goreng bebas minyak dan juga bebas dari lemak trans. Minyak padat di klaim dapat digunakan berulang kali ketimbang minyak goreng cair sehingga lebih ekonomis.

Kekurangan

Minyak padat cenderung sulit ditemukan di pasar maupun supermarket. Biasanya dijual di toko bahan kue. Selain itu harga minyak padat lebih mahal ketimbang minyak goreng cair pada umumnya. Minyak padat juga lebih sering dijual dalam jumlah besar karena biasa digunakan untuk usaha restoran, bakery dll.

Untuk masalah harga, minyak padat memang cenderung lebih mahal ketimbang minyak goreng cair. harga minyak padat saat ini sekitar Rp. 30.000 an per kg. 1 kg minyak padat jika mencair jadi sekitar 1,25 liter.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang minyak padat. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang