Kategori
Artikel

Serba-Serbi Meses Cokelat

meses, meises, cokelat, tokocsc
Meses Cokelat – Amanda Hemphill / Pexels

Masyarakat Indonesia pasti gemar memakan roti yang ditaburi dengan meses cokelat. Rasa cokelat yang enak dan kandungan susu didalamnya membuat rasa meses cokelat benar-benar disukai semua kalangan masyarakat.

Meses sering digunakan sebagai taburan roti tawar, donat, dan ada pula yang dijadikan sebagai isian kue dan roti seperti martabak manis. Selain digunakan sebagai taburan makanan, meses juga dapat dinikmati bersama dengan es krim dan aneka minuman kekinian.

Nah dari situ, kalian pasti sudah bisa menggambarkan fungsi dari meses. Di kesempatan kali ini kami akan memberikan kalian informasi seputar meses, mulai dari sejarah sampai cara penyimpanannya.

Sejarah Meses di Indonesia

Meses merupakan topping makanan yang sangat terkenal di Belanda. Pada saat Belanda melakukan penjajahan di beberapa negara di Dunia, mereka membawa dan memperkenalkan meses pada negara – negara jajahannya.

Di Belanda sendiri, topping meses disebut juga dengan nama Hagelslag. Oleh karena itu, banyak produsen meses di dunia menamai produk mereka dengan nama “Hagel”.

Lalu kenapa di Indonesia Hagelslag disebut dengan meses? Ada dua teori tentang asal muasal sebutan meses di Indonesia.

Teori pertama menyebut bahwa masyarakat Indonesia kesulitan menyebut kata Hagelslag sehingga masyarakat indonesia menyebutnya dengan meses karena dahulu meses sering dikonsumsi oleh noni – noni belanda atau disebut juga dengan meisje.

Teori kedua mengatakan bahwa nama meses diambil dari kata muisjes. Muisjes merupakan produk olahan yang sudah ada sebelum hagelslag ada. Muisjes terbuat dari biji adas manis yang berbalut gula dan pewarna, sedangkan meses terbuat dari cokelat.

Tips Memilih Meses yang Tepat

Meses memiliki begitu banyak varian yang dijual di pasaran. Mulai dari meses berwarna cokelat gelap, putih, hingga warna – warni. Jadi sebelum memilih meses mana yang tepat untuk anda gunakan, mari simak penjelasan dibawah ini.

Jenis Meses

Secara umum meses terbagi menjadi dua jenis, yaitu meses cokelat dan meses warna – warni. Akan tetapi ada juga meses dengan varian rasa unik kekinian seperti meses keju, meses matcha, meses taro, dan lain – lain.

Disini kita hanya akan membahas dua jenis meses yaitu meses cokelat dan juga meses warna – warni.

Meses Cokelat

Pada dasarnya, meses cokelat dan meses warna – warni itu sama saja, rasanya manis dan rasa cokelatnya yang dominan. Hanya saja, beberapa meses cokelat memiliki rasa yang jauh lebih milky karena kandungan susunya.

Meses Warna – warni

meses, meises, cokelat, tokocsc
Meses Warna-Warni – Tara Winstead / Pexels

Meses warna – warni memiliki dua tipe, ada yang mengandung campuran meses cokelat dan yang tanpa cokelat. Produk satu ini lebih cocok digunakan sebagai dekorasi kue atau topping berbagai produk minuman dan es krim.

Warnanya yang beragam akan mempercantik tampilan kue yang kalian buat.

Tips Menyimpan Meses

Berikut tips menyimpan meses agar tidak mudah rusak dan bisa digunakan tahan lama

  1. Agar meses tidak cepat hancur, ada baiknya anda menyimpan pada suhu ruangan yang tidak terlalu panas
  2. Namun jika ingin meses tahan lebih lama anda bisa menyimpanya di dalam kulkas
  3. Setelah membuka kemasan meses, pastikan anda menutupnya dengan sangat rapat
  4. Akan lebih baik lagi jika meses yang sudah dibuka disimpan dalam wadah kedap udara

Nah itu dia dari kami tentang serba – serbi meses. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Baking Syrup, Pengganti Gula Untuk Produk Bakery

ilustrasi roti dengan baking syrup – amiraxgelcola/pixabay

Penggunaan gula dalam membuat produk bakery memang diperlukan untuk menciptakan rasa manis pada produk. Mulai dari gula pasir maupun gula cair dimasukan kedalam adonan. Akan tetapi, ada satu produk baru pengganti gula yang selain mampu menciptakan rasa manis, juga memiliki banyak keunggulan lain untuk produk bakery yang akan kita buat. Produk itu adalah Baking Syrup.

Memang baking syrup termasuk produk baru dan jarang diketahui masyarakat. Maka dari itu, perlunya edukasi kepada para pelaku industri bakery tentang tata cara penggunaan baking syrup dalam produk yang akan dibuat.

Apa Itu Baking Syrup?

Sebelum kita membahas cara pengaplikasianya, kita musti tau apa itu baking syrup.

Baking Syrup adalah pemanis pengganti gula yang dapat digunakan dalam roti. Pemanis yang digunakan adalah campuran beberapa jenis pemanis yang sudah biasa dan aman dipakai dalam produksi makanan dan minuman skala industri.

Terbuat Dari Apakah Baking Syrup?

Baking Syrup berbahan dasar jagung dan tapioka dengan kandungan gluten dan perisa. Formula ini mengandung komposisi yang meliputi sirup fruktosa, dekstrosa, dan poliol sesua dengan karakter gula pasir yang biasa digunakan bersama ragi. Baking syrup mengandung pemanis mutakhir untuk membuat roti manis dan lebih lembut.

Forimulasi gula yang kurang tepat dapat menyebabkan pengembangan roti tidak optimal dan hasil yang tidak diharapkan.

Proses Pembuatan Baking Syrup

Baking syrup dibuat dengan memproses sirup jagung dan tapioka melalui proses biokimia. Pati dari kedua bahan tersebut dipisahkan dari bulir jagung dan umbi tapioka untuk selanjutnya diproses secara enzimatik. Enzim yang ditambahkan ke dalam campuran air dan pati akan memecahkan rantai karbohidrat dalam pati menjadi sirup glukosa dan berbagai turunannya.

Apakah Baking Syrup Aman?

Baking Syrup Gold Cargill, Pengganti Gula Kue, tokocsc
baking syrup gold – cargill

Salah satu produk baking syrup yang kita gunakan adalah Baking Syrup Gold dari Cargill.

Baking syrup gold terbuat dari bahan pangan nabati alami dan bersertifikat halal. Cargill telah memasok bahan pemanis sejak 1983 untuk produksi skala industri dengan sertifikat kualitas ISO 9001:2015 dan keamanan pangan FSSC 22000.

Baca Juga Artikel: Baking Syrup Dalam Pembuatan Produk Bakery

Apa Perbedaan Baking Syrup Dengan Gula

Berbeda dengan gula pasir maupun gula cair, baking syrup dikembangkan untuk dapat bekerja baik bersama ragi. Gunanya untuk menghasilkan adonan yang lebih kokoh dan tidak mudah overproof dan overmix. Roti menjadi lebih lembut dengan umur simpan lebih lama tanpa pengawet.

Bagaimana Cara Penggunaan Baking Syrup?

Penggunaan baking syrup dengan gula pasir memang memiliki banyak persamaan. Akan tetapi. pada saat pengadukan adonan, baking syrup dimasukkan bersamaan dengan bahan basah. Hal ini berbedan dengan gula pasir yang dimasukkan sebagai bahan kering.

Sesudah semua bahan dimasukkan, waktu pengadukan untuk mencapai kondisi kalis cenderung sama. Beberapa jenis produk bakeri dikabarkan memiliki proses pengadukan lebih cepat dengan baking syrup. Ini disebabkan oleh ukuran partikel baking syrup yang lebih kecil dibandingkan gula pasir yang berbentuk kristal. Hal ini membantu agar proses untuk mencapai adonan yang homogen dapat berlangsung lebih mudah.

Nah itu dia artikel dari kami tentang Baking syrup sebagai pengganti gula untuk produk bakery. Nantikan artikel menarik lainnya hanya di tokocsc.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

10 Makanan dan minuman yang mengandung High Fructose Corn Syrup

Edward Eyer / Pexels

High Fructose Corn Syrup (HFCS) merupakan pemanis makanan yang terbuat dari pati jagung yang diproses sehingga menghasilkan sirup dengan kadar fruktosa yang tinggi.

HFCS biasanya digunakan untuk meningkatkan rasa manis pada makanan dan minuman.

Disamping itu, jumlah kalori yang terdapat pada HFCS lebih rendah dibandingkan gula pasir. Sangat cocok digunakan sebagai pengganti gula.

Berikut ini 10 makanan dan minuman yang mengandung High Fructose Corn Syrup

1. Soda

Craig Adderley / Pexels

Minuman berkarbonasi satu ini memang digemari masyarakat. Rasanya yang manis dan juga menyegarkan dapat menghilangkan rasa haus saat panas terik di siang hari.

Rasa manis pada soda merupakan kandungan High Fructose Corn Syrup di dalamnya.

Beberapa produk minuman ringan yang mengandung HFCS termasuk Coca-Cola, Sprite, Fanta, dan masih banyak lagi.

2. Jus Kemasan

Beberapa produk jus kemasan memang terbuat dari 100% buah tanpa menambahkan pemanis buatan, akan tetapi banyak produk jus di pasaran yang menggunakan zat aditif gula, termasuk High Fructose Corn Syrup (HFCS).

Minute Maid, Buavita, ABC juice merupakan beberapa contoh produk jus kemasan yang menggunakan HFCS sebagai pemanisnya.

Baca Juga Artikel : Mengenal High Fructose Corn Syrup

3. Permen

Jika kalian menyukai makanan manis, kalian pasti menginginkan permen sebagai makanan yang mudah dibawa kemanapun.

Beberapa permen kesukaan kalian mungkin mengandung HFCS sebagai pemanisnya.

4. Kue Kemasan

Dewasa maupun anak-anak pasti menyukai kue kemasan seperti cupcakes, kue kering, dan cookies. Rasanya yang manis dan mudah dibawa menjadi pilihan banyak orang.

Kue kemasan yang banyak kalian temui di pasar, warung, minimarket, dll ini biasanya mengandung High Fructose Corn Syrup sebagai pemanisnya.

Sebagai contoh, Oreo, chocolate cookies, choco pie terbuat dari HFCS.

5. Es Krim

Es krim dipasaran merupakan sumber utama dari konsumsi HFCS di masyarakat.

Bahan dasar utama dari es krim setelah air pada beberapa produk es krim adalah HFCS.

Beberapa produk es krim yang menggunakan pemanis HFCS, termasuk beberapa brand favorit termasuk es krim Walls, Diamond, Campina, Alice, dll

6. Selai dan Olahan Buah

Selai dan buah yang sudah diolah menjadi produk makanan biasanya mengandung gula, termasuk HFCS.

Peanut Butter atau Selai Kacang dan juga selai jelly yang banyak disukai anak-anak mengandung HFCS.

7. Saus dan Bumbu Masak

tokocsc, HFCS, gula cair, Saus, High Fructose Corn Syrup
Kei Photo / Pexels

Ketika kalian memasak makanan bercita rasa gurih, hal terakhir yang mungkin kalian khawatirkan adalah tambahan gula.

Tapi sangat disayangkan, beberapa saus favorit kalian tinggi kandungan gula, termasuk HFCS.

Beberapa saus bumbu seperti saus BBQ mengandung High Fructose Corn Syrup.

Dan juga, saus cocol kesukaan kalian mungkin mengandung HFCS. Saus tomat merk Heinz sebagai contoh.

8. Makanan Cepat Saji

Beberapa menu makanan cepat saji mungkin mengandung HFCS sebagai pemanisnya.

Kenyataanya, banyak hidangan penutup mulut yang disajikan di restoran cepat saji menggunakan HFCS sebagai pemanisnya.

Selain itu, saus cocol yang disajikan bersama dengan ayam goreng dan nugget mungkin mengandung HFCS.

Sebagai contoh, McDonalds Apple Pie dan Saus celup asam manis  mereka mengandung High Fructose Corn Syrup.

9. Makanan Breakfast

Kalian mungkin tidak terkejut mendengan beberapa makanan breakfast kalian mengandung HFCS.

Namun, kalian mungkin tidak akan menyangka kalau makanan breakfast yang mempunyai rasa gurih mungkin mengandung HFCS.

Beberapa makanan breakfast yang mengandung HFCS diantaranya Jimmy Dean Sausage, Egg & Cheese Frozen Croissants, Breakfast Bacon Egg & Cheese Mini Bagels, dan juga Turkey Bacon English Muffin Sandwiches.

10. Roti dan Biskuit

Produk olahan yang mengandung karbohidrat, seperti roti dan biskuit biasanya menggunakan pemanis HFCS.

Ritz Crackers, dan beberapa produk roti terkenal mengandung HFCS sebagai bahan pemanisnya.

tokocsc, HFCS, gula cair, Saus, High Fructose Corn Syrup
Gula Cair High Fructose Corn Syrup tokocsc

Selain produk diatas, High Fructose Corn Syrup juga dapat langsung digunakan sebagai pemanis minuman pengganti gula seperti es teh manis, es jeruk, es buah, es campur, dll.

Selain penggunaanya yang praktis, HFCS lebih mudah larut sehingga menghasilkan rasa manis yang lebih pas pada produk minuman.

Kandungan kalori pada HFCS lebih rendah dibandingkan dengan gula pasir. Dalam 100 gr gula pasir mengandung 387 kkal sedangkan 100 gr HFCS mengandung 281 kkal. Sangat cocok sebagai pengganti gula untuk orang yang ingin diet.

Sekian dari kami info tentang 10 Makanan dan Minuman Yang Mengandung HFCS. Nantikan artikel menarik lainnya hanya di tokocsc.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Kegunaan Butter Oil Substitute (BOS)

Butter Oil Substitute, Bahan kue, tokocsc
Butter Oil Substitute

Butter Oil Substitute, terdengar asing karena pada umumnya dalam pembuatan olahan kue dan cake, kita cenderung menggunakan mentega dan margarin.

Memang tidak umum di kalangan masyarakat tetapi Butter Oil Substitute (BOS) memiliki peran dan kegunaannya sendiri dalam industri pembuatan kue.

Mari kita bahas semua tentang Butter Oil Substitute mulai dari apa itu BOS, kegunaan, dan pengaplikasiannya.

Perbedaan Mentega, Margarin, dan BOS

Sebelum kita membahas tentang BOS, kita harus mengetahui apa itu mentega dan margarin terlebih dahulu. Dan apa saja perbedaan ketiga olahan lemak ini.

Mentega

Dalam bahasa inggris mentega disebut dengan Butter, terbuat dari susu hewan yang mengandung 80% lemak susu. Mentega sangat mudah meleleh bahkan di suhu ruangan sekalipun karena teksturnya yang sangat lembut.

Mentega memiliki rasa yang enak dan beraroma susu. Tekstur mentega cenderung lembut dan memiliki warna kuning pucat (lebih pucat ketimbang margarin).

Margarin

Margarin atau Margarine terbuat dari minyak nabati yang umumnya berasal dari minyak sawit. Di proses dengan menggunakan teknik Hydrogenation, yaitu teknik yang menggunakan gas hidrogen untuk mengubah cairan minyak nabati kebentuk padat. Itulah mengapa margarin memiliki tekstur yang lebih keras ketimban mentega.

Margarin memiliki warna lebih kuning ketimbang mentega karena penambahan pewarna alami seperti carotenoids. Aroma dari margarin memang tidak sebagus mentega, akan tetapi margarin memiliki kemampuan emulsi yang lebih baik.

Baca Juga Artikel : Perbedaan Margarin dan Mentega Untuk Olahan Makanan

Margarin memiliki banya variasi, tergantung dari jumlah lemak yang terkandung didalamnya. Kandungan lemak berkisar antara 10-90%. Semakin sedikit lemak yang terkandung, maka semakin bersar kandungan air pada margarin.

Kandungan air inilah yang menyebabkan hasil akhir kue yang menggunakan margarin tidak selembut kue yang menggunakan mentega. Akan tetapi jika ingin mendapatkan tekstur kue yang lebih kokoh, penggunaan margarin lebih dianjurkan.

Penggunaan bahan nabati pada margarin membuat harga margarin relatif lebih terjangkau ketimbang mentega.

Butter Oil Substitute (BOS)

Butter Oil Substitute, BOS, Marigold, tokocsc
Butter Oil Substitute Marigold

Dari namanya, Butter Oil Substitute atau BOS adalah pengganti minyak atau lemak dari mentega. Seperti margarin, BOS juga dihasilkan dari lemak nabati. Yang menjadi pembeda adalah, BOS mengandung lebih sedikit air dan garam. Hanya lemak nabati dan beta karoten.

BOS memiliki warna kuning yang lebih transparan dan cerah dengan tekstur lebih lembut ketimbang margarin. Rasa dan aroma dari BOS dibuat semirip mungkin dengan mentega.

Dapat diaplikasikan hampir ke semua jenis kue dan roti.

Kelebihan BOS

Butter Oil Substitute, BOS, Vitas, tokocsc

Terbuat dari lemak nabati, BOS kaya akan lemak tak jenuh.

Dan yang pasti, harga dari BOS lebih murah ketimbang mentega dan tidak jauh berbeda dengan margarin.

Seperti mentega, BOS mengandung lebih sedikit air dan garam. Sehingga hasil akhir olahan roti dan kue lembut dan enak seperti menggunakan mentega. Ya, meskipun tidak 100% seperti menggunakan mentega, tetapi cukup memuaskan.

Sekian info dari kami tentang kegunaan Butter Oil Substitute. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Tokocsc

Kategori
Artikel

Fungsi Bahan Pengawet Dalam Produk Makanan

Bahan pengawet makanan seringkali dikaitkan dengan zat yang berbahaya dan dapat merusak tubuh. Karena dianggap berbahaya, masyarakat cenderung menghindari produk makanan dengan bahan pengawet.

Akan tetapi bahan pengawet sangat diperlukan dalam industri pangan agar produk yang dihasilkan tidak cepat rusak.

Karena pentingnya zat pengawet dalam industri pangan memaksa konsumen harus lebih cerdas dalam memilih produk makanan. Bahan pengawet tidak semuanya buruk untuk tubuh. Ada beberapa jenis bahan pengawet yang tidak mempengaruhi kesehatan asalkan digunakan dengan benar.

Mari kita bahas apa fungsi bahan pengawet dalam pembuatan produk makanan untuk industri pangan. Selain itu kita akan menjelaskan fungsi dari tiap bahan pengawet.

Alasan Makanan Perlu Diawetkan

Setiap orang memerlukan makanan untuk tumbuh berkembang serta bertahan hidup. Bukan hanya manusia, hampir setiap mahluk hidup perlu makan. Zat yang terkandung dalam makanan selain untuk tumbuh kembang juga sebagai sumber tenaga. Selain itu gizi yang terkandung didalamnya membantu memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak. Akan tetapi, makanan dapat menjadi racun bagi tubuh kita kalau kondisi makanan tersebut sudah rusak dan terkontaminasi.

Makanan yang sudah rusak dan terkontaminasi sebaiknya jangan di konsumsi sekecil apapun jumlahnya. Ciri-ciri makanan yang sudah rusak adalah perubahan warna, rasa, bau, tekstur, serta tumbuhnya bercak jamur di sekitar makanan.

Hal ini lah yang memicu industri pembuatan makanan menggunakan pengawet untuk memperpanjang masa simpan produk makanan. Mengawetkan makanan berguna untuk mengurangi kadar air dalam makanan, memberi senyawa yang dapat mengikat air, dan membunuh mikro bakteri yang dapat merusak pangan.

Mengetahui pentingnya bahan pengawet pada makanan, yang menjadi pertanyaan adalah bahan pengawet apa saja yang aman untuk dikonsumsi?

Macam-Macam Bahan Pengawet

Bahan pengawet makanan ada yang buatan ada juga yang alami. Berikut bahan pengawet makanan alami dan buatan yang sering digunakan dalam pembuatan makanan dan industri pangan.

Bahan Pengawet Alami

Sebenarnya, orang dahulu sudah mencari cara untuk mengawetkan makanan mereka. Maka dari itu pengawetan makanan dapat dikatakan teknologi pangan yang tertua.

Proses pembuatan bahan pengawet awalnya memadukan penggunaan bahan alami dengan sejumlah teknik, seperti pengeringan (penjemuran), pendinginan, dan pembekuan.

Beberapa bahan pengawet alami yang biasanya digunakan untuk membuat makanan menjadi tahan lama antara lain :

  • Gula
  • Garam
  • Bawang Putih
  • Cuka
  • Jus Lemon

Bahan Pengawet Buatan

Pengawet makanan buatan adalah bahan pengawet yang dikembangkan manusia untuk mencegah pembusukan makanan akibat mikroorganisme tertentu.

Dilansir dari peraturan kepala BPOM RI No.36 tahun 2013, ada beberapa jenis bahan pengawet makanan yang diizinkan untuk digunakan dalam makanan diantaranya.

1. Asam Sorbat dan Garamnya (Sorbic Acid dan Natriumnya)

Zat asam sorbat biasanya ditemukan dalam buah-buahan. Asam sorbat memiliki nama lain, seperti natrium sorbat, Kalium Sorbat, dan Kalsium Sorbat.

Bahan Kimia ini biasanya digunakan untuk mengawetkan produk makanan olahan susu, keju, minuman ringan, buah dan sayuran. Zat asam sorbat efektif untuk mencegah pertumbuhan jamur pada makanan.

Bagi beberapa orang, penggunaan asam sorbat berlebih dapat memicu reaksi alergi ringan.

2. Asam Benzoat dan Garamnya (Benzoic Acid dan Natriumnya)

Jenis asam benzoat yang paling sering digunakan adalan natrium benzoat. Senyawa ini digunakan untuk menghambat pembusukan pada makanan asam seperti soda, jus lemon kemasan, saus salad, kecap, minuman beralkohol dan bumbu lainnya.

Sejumlah penelitian menyebutkan, asupan natrium benzoat berlebihan dapat meningkatkan risiko hiperaktif pada anak-anak dengan attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD).

3. Asam Propionat dan Garamnya (Propionic Acid dan Natriumnya)

calcium propionate profina
Calcium Propionate pengawet makanan, roti, daging olahan, produk susu

Bahan pengawet satu ini berfungsi untuk mencegah pertumbuhan jamur pada produk seperti roti, aneka produk bakery, keju, minuman berbasis susu, mayonnaise, dan salad dressing.

Asam propionate memiliki nama lain seperti natrium propionat, kalsium propionat, dan sodium propionat.

Penggunaan asam propionat berlebihan dapat memicu efek samping ringan, seperti sakit kepala, mual, muntah, dan diare ringan.

4. Sulfit (Sulfur Dioksida)

Bahan pengawet sulfit digunakaan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme pada daging, buah-buahan, jus buah, sayur, sirup, wine, dan selai. Sulfit diklaim mampu mempertahankan warna alami dari makanan.

Pada label kemasan makanan, makanan yang mengandung sulfit biasa dikenal dengan potassium bisulfit, natrium sulfit, natrium bisulfit, natrium metabisulfit, kalium bisulfit, dan kalium metabisulfit.

5. Nitrit dan Nitrat

Kedua zat ini secara alami dapat ditemukan pada sayur-sayuran. Selain sayur, tubuh manusia pun dapat memproduksinya sendiri.

Zat ini digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menambah rasa asin makanan pada produk keju dan olahan daging.

Beberapa penelitian menyebut, mengkonsumsi produk dengan kandungan nitrit dan nitrat secara berlebih dapat meningkatkan resiko kanker.

Akan tetapi, dibutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan efek tersebut.

6. Nisin

Pengawet jenis ini secara alami berasal dari Lactococcus lactis, sejenis bakteri asam laktat yang terdapat pada susu dan keju.

Nisin secara umum aman untuk dikonsumsi, akan tetapi kurang efektif untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme tertentu yang dapat menyebabkan makanan menjadi busuk.

Pengawet makanan nisin biasa digunakan pada produk makanan kaleng, susu, keju, yogurt, roti, daging, ikan, saus salad, dan minuman beralkohol.

Selain keenam bahan di atas, ada sejumlah zat yang diizinkan penggunaanya dalam produk makanan, seperti :

  • Etil Para-Hidroksibenzoat (Ethyl Para-Hydroxybenzoate)
  • Metil Para-Hidroksibenzoat (Methyl Para-Hydroxybenzoate)
  • Lisozim Hidroklorida (Lysozyme Hydrochloride)

Sejumlah zat antioksidan juga bisa digunakan untuk membantu proses pengawetan dan memperlambat terjadinya oksidasi pada makanan, seperti :

  • Vitamin C (Asam Askorbat)
  • Vitamin E (Tokoferol)
  • BHA (Butylated Hydroxyanisole)
  • BHT (Butylated Hydroxytoluene)

Baca Juga Artikel : Mengenal Sodium Propionate dan Calcium Propionate

Label Pengawet Pada Produk Makanan

Anda dapat melihat label komposisi makanan untuk menemukan zat pengawet apa yang terkandung pada makanan yang akan kalian konsumsi.

Nama zat-zat tersebut diantaranya benzoate, sorbate, propionate, nitrit, sulfite, dan vitamin E atau tocopherol.

Beberapa zat lain yang termasuk dalam pengawet tapi tidak disebutkan diatas seperti : EDTA (disodium ethylenediaminetetraacetic), polyphosphate, dan BHT (butylated hydroxytoluene).

Saran Konsumsi

Zat-zat pengawet yang disebutkan diatas aman dikonsumsi selama dalam batas wajar dan sesuai aturan. Berbagai badan pengawas obat dan makanan telah menyetujui penggunaan zat tersebut.

Sebagai contoh, penggunaan benzoate dalam makanan diijinkan selama konsentrasi penggunaanya kurang dari 0,1 persen. Benzoate sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan jamur pada makanan.

Penggunaan pengawet sebetulnya aman, akan tetapi, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet makanan. Karena mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang kurang baik untuk kesehatan tubuh.

Sekian info dari kami tentang pengawet makanan. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Tokocsc

Kategori
Artikel

Mengenal Sodium Propionate dan Calcium Propionate

Pernah tidak kalian mendengar Sodium Propionate atau Calcium Propionate? Terdengar asing di telinga masyarakat. Akan tetapi bagi pelaku industri makanan, minuman, dan bakery pasti sudah tidak asing dengan 2 bahan ini. Lantas apa yang dimaksud dengan Sodium Propionate dan juga Calcium Propionate? Dan apa sih perbedaan kedua zat tersebut?

Mengenal Sodium Propionate

Sodium Propionate

Sodium Propionate atau Sodium Propanoate adalah garam natrium organik yang terdiri dari ion natrium dan ion propionat dalam jumlah yang sama. Garam Sodium dari asam propionik memiliki rumus kimia Na(C2H5COO). Kristal putih ini cenderung mencair saat terkena udara lembab. Senyawa ini memiliki masa molar 96.060 g/mol. Memiliki bentuk kristal transparan, berbau zat asam asetat (asam cuka) dan asam butirat yang samar-samar. Memiliki titik leleh di 289 °C.

Sodium Propionate diproduksi menggunakan reaksi kimia dari asam propionat dan sodium carbonate. Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan sodium hydroxide sebagai pengganti sodium carbonate.

Sodium Propionate biasanya digunakan sebagai pengawet makanan dan makanan yang mengandung zat ini diberi label E281. Zat ini biasanya digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur pada produk bakery. Zat aditif makanan ini telah disetujui penggunaannya dibanyak negara di dunia.

Mengenal Calcium Propionate

Calcium Propionate Niacet Probake eks Netherland

Calcium Propionate atau Calcium Propanoate adalah garam kalsium dari asam propionat. Rumus kimia senyawa ini adalah Ca(C2H5COO)2. Bentuk dari Calcium Propionate adalah kristal solid berwana putih. Memiliki masa molar 186.2192 g/mol . Calcium Propionate akan sedikit larut dalam air dengan jumlah 49 g/100 mL pada suhu (0 °C) dan 55.8 g/100 mL (100 °C). Zat ini juga akan sedikit larut dalam alkohol seperti methanol dan ethanol akan tetapi zat ini tidak akan larut dalam zat aseton dan benzena. Struktur kristal senyawa ini bersifat monoklinik.

Calcium Propionate Profina

Calcium Propionate memiliki beberapa kegunaan diantaranya sebagai zat aditif makanan. Memiliki label E282. Selain itu, zat ini merupakan pengawet makanan yang penting. Calcium Propionate digunakan untuk mengawetkan berbagai macam jenis produk mulai dari : roti, produk bakery, daging olahan, whey, dan berbagai produk susu. Dalam industri pertanian, zat ini biasanya digunakan untuk mencegah penyakit milk fever (gangguan metabolik) pada sapi perah, digunakan sebagai suplemen pakan, dll.

Baca Juga Artikel : Perbedaan Margarin dan Mentega Untuk Olahan Makanan

Persamaan antara Sodium Propionate dan Calcium Propionate

Persamaan kedua zat ini adalah sama-sama merupakan zat garam dari asam propionat (propionic acid) dan kedua senyawa ini penting digunakan sebagai pengawet makanan.

Perbedaan dari Sodium Propionate dan Calcium Propionate

Perbedaan utama 2 zat ini adalah sodium propionate mengandung kation natrium yang terikat pada anion propionat, sedangkan Calcium Pripionate mengandung kation kalsium yang terikat pada dua anion propionat.

Selain itu, Sodium Propionate dapat diproduksi melalui reaksi antara asam propionat dan natrium karbonat sedangkan Calcium Propionate diproduksi melalui reaksi antara asam propionat dan kalsium karbonat. Saat mempertimbangkan penggunaannya, sodium Propionate digunakan sebagai pengawet makanan, bahan tambahan makanan, dan sangat penting dalam produk bakery untuk menghambat pertumbuhan jamur. Sedangkan Calcium Propionate digunakan sebagai aditif makanan pada roti, daging olahan, whey dan berbagai produk susu.

Dalam mengolah produk makanan, Calcium Propionate cenderung lebih bisa diaplikasikan di beberapa makanan seperti roti-rotian, keju, daging olahan, dll. sedangkan Sodium Propionate digunakan pada olahan bakery seperti kue.

Calcium Propionate lebih mampu bekerja dalam keadaan asam maupun basa. Zat ini paling cocok digunakan sebagai pengawet roti karena tidak menyerang ragi. Selain itu Calcium Propionate juga tidak memperlambat proses pengembangan roti.

Sedangkan Sodium Propionate membuat adonan tidak gampang gembos dan mengembang maksimal. Hal ini menjadi masalah bagi Calcium Propionate. Ion Kalsium mempengaruhi baking powder dan kawan-kawannya sehingga akan memperlambat proses pengembangan adonan.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang Sodium Propionate dan Calcium Propionate. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Perbedaan Margarin dan Mentega Untuk Olahan Makanan

Kalian pasti sudah tidak asing dengan kata mentega dan margarin. Kedua produk ini banyak digunakan untuk olahan makanan seperti kue, roti dan sudah beredar luas di masyarakat. Akan tetapi masih banyak masyarakat belum mengetahui perbedaan mentega dan margarin.

Seringkali masyarakat malah menyamakan kedua produk ini. Memang secara fisik mentega dan margarin hampir sama dan susah untuk dibedakan. Akan tetapi kedua produk ini sangatlah berbeda.

Lalu apa sebenarnya perbedaan mentega dan margarin?

Apa Itu Mentega?

Mentega atau butter

1. Bahan Dasar Mentega

Mentega atau butter adalah produk susu yang dibuat menjadi krim. Pembuatan mentega melalu proses pengocokan susu agar lemak padat dari susu terpisah dengan buttermilk atau bagian cair susu.

Susu yang diolah menjadi mentega biasanya berasal dari susu sapi. Namun, ada beberapa jenis susu yang bisa diolah menjadi mentega seperti susu domba, kambing, atau kerbau.

2. Bentuk dan Ciri Mentega

Mentega atau butter memiliki warna kuning pucat atau putih kekuningan, tergantung makanan dari hewannya.

Kandungan lemak pada susu akan mempengaruhi rasa dan tekstur dari mentegai itu sendiri.

3. Jenis – Jenis Mentega

  • Sweet Cream Butter

Pernah dengar mentega krim manis atau sweet cream butter? Mentega jenis ini dibuat dari krim susu yang dipanaskan untuk membunuh patogen dan mencegah pembusukan.

  • Unsalted Butter (Mentega Tawar)

Selain jenis sweet cream butter, ada juga jenis mentega yang dibuat dari susu mentah tanpa proses pemanasan, mentega ini disebut unsalted butter karena rasanya yang tawar.

  • Whipped Butter

Jenis mentega ini dibuat sebagai olesan kue dan roti. Penambahan udara pada proses pembuatan jenis mentega ini, membuat mentega punya konsistensi lebih ringan dan tidak terlalu padat.

Berbanding dengan mentega biasa, jenis mentega whipped butter memiliki kandungan kalori dan lemak lebih sedikit. Kandungan lemak pada mentega menjadi salah satu faktor yang membedakan setiap merk produk mentega.

Karena, kandungan lemak pada mentega dapat mempengaruhi rasa dan juga tekstur dari produk mentega. Oleh karena itu , mentega yang berasal dari lemak hewani cenderung mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan margarin.

Apa Itu Margarin?

Medalia Margarin

Margarin merupakan produk non-dairy yang dibuat sebagai pengganti mentega. pada tahun 1800an, Margarin dibuat menggunakan lemak hewan.

Kini margarin dibuat dari campuran minyak nabati, air, garam, dan pengemulsi. Ada juga beberapa produk margarin yang dicampur dengan susu.

Berbeda dengan mentega, margarin tidak bisa kalian buat sendiri di rumah.

Baca Juga Artikel : Minyak Padat Untuk Olahan Makanan Bebas Minyak

Perbedaan Mentega Dan Margarin

Perbedaan mentega dan juga margarin yang paling signifikan yaitu lemak yang terkandung di dalamnya. Mentega yang berasal dari susu mengandung lemak jenuh yang tinggi, sedangkan mergarin terbuat dari minyak nabati mengandung lemak trans.

Selain itu tekstur margarin akan lebih padat bila berada di suhu ruangan ketimbang mentega.

Hal itu dikarenakan jumlah lemak jenuh pada margarin akan membuat ikatan yang padat pada suhu ruangan.

Oleh karena itu, jika anda ingin membeli mentega melalui platfrom online, anda harus memilih pengiriman cepat yang dalam hitungan jam.

Sedangkan jika ingin membeli margarin, anda dapat memilih pengiriman dengan durasi lebih lama.

Para pembuat kue kebanyakan memilih mentega karena rasanya. Sedangakan margarin juga memiliki kelebihan tersendiri.

Kandungan air yang tinggi pada margarin, membuat produk-produk yang dibuat menggunakan margarin akan memiliki tekstur yang lebih lembut.

Penggunaan mentega dan margarin terkadang bisa digantikan satu dengan lainnya tergantung kebutuhan dan rasa yang ingin dicari.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang perbedaan mentega dan margarin. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Mengenal High Fructose Corn Syrup

sirup fruktasa dan gula pasir

High fructose corn syrup (HFCS) atau lebih dikenal dengan sirup fruktosa / fructose adalah pemanis buatan yang terbuat dari tepung jagung. Seperti dalam produksi sirup jagung konvensional, tepung pati terurai menjadi glukosa oleh enzim. Untuk membuat fructose syrup awalnya sama seperti membuat sirup jagung, yakni menguraikan pati jagung menjadi glukosa. Selanjutnya diproses oleh glukosa isomerase guna mengubah sebagian glukosa menjadi fruktosa.

Sebagai bahan pemanis, High fructose corn syrup sering dibandingkan dengan gula. Akan tetapi HFCS memiliki keunggulan yaitu lebih mudah di tangani dan lebih hemat biaya ketimbang gula.

Dalam high fructose syrup biasanya terdapat lebel HFCS 42 atau HFCS 55. Berarti kandungan fructose pada sirup sebesar 42% dan 55%. HFCS 42% biasanya digunakan dalam olahan cereal sarapan, sedangkan HFCS 55 digunakan dalam olahan minuman.

Rumus kimia fructose

Proses pembuatan high fructose corn syrup

High fructose corn syrup diperoleh melalui pengolahan sirup glukosa dengan proses isomerisasi. Bila dibandingkan dengan sukrosa (gula pasir), fruktosa / fructose memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi, antara 1,2 sampai 1,6 kali lebih manis. Sirup Fructose berfungsi sebagai pemanis yang mensubstitusi penggunaan gula untuk industri minuman (teh, kopi, jus, dan soft drink), roti dan makanan ringan (kue kering, pastry, roti, selai, dan agar-agar), dan produksi susu (susu kental manis dan es krim).

Mana yang lebih baik? HFCS atau gula meja?

Biasanya terdapat 2 label dalam HFCS, yaitu HFCS 42 dan HFCS 55. nah kandungan fructosa keduanya ternyata tidak jauh berbeda dibandingkan dengan gula pasir.

Nah oleh karena itu, sebenarnya keduanya hampir sama. Akan tetapi sirup fructose lebih mudah untuk ditangani dan cenderung memiliki rasa yang lebih manis dari gula. Selain rasa yang lebih manis dari gula meja, harga HFCS juga 10% lebih murah ketimbang gula meja.

Karena harganya yang lebih murah dari gula meja, sirup fructose sangat cocok digunakan dalam usaha kue, makanan, dan minuman.

Sekian dari kami info tentang high fructose corn sirup (HFCS). Nantikan artikel menarik lainnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Gula Halus (Icing Sugar)

Penggunaan gula halus / icing sugar

Para pecinta makanan manis atau makanan penutup (dessert) pasti tidak asing dengan bubuk yang satu ini. Biasanya sebagian besar makanan di kategori ini memproleh rasa manis dari bubuk gula halus atau nama lainnya icing sugar.

Masyarakat pada umumnya mengenal Icing Sugar dengan nama gula halus. Membuatnya sederhana, yaitu menggiling gula pasir hingga menjadi bubuk yang sangat halus.

Tidak berbeda dengan gula pasir, gula halus (icing sugar) memiliki rasa manis yang sama. Yang berbeda hanyalah tekstur seperti bubuk halus seperti tepung. Ketika masuk ke mulut, gula halus mudah meleleh di lidah sehingga memberikan kesan seperti es yang mencair.

Selain gula pasir yang dihaluskan, pembuatan icing sugar juga biasanya menambahkan sejumlah kecil zat anticaking, seperti pati jagung atau trikalsium fosfat (E341). Tujuannya untuk menyerap kelembapan dan membantu biji-bijian tetap terpisah sehingga bisa mengalir bebas, tidak menggumpal maupun menempel satu sama lain.

Cara Membuat Gula Halus (Icing Sugar)

Ada berbagai macam produk gula halus (icing sugar) beredar. Akan tetapi terkadang kita ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, Caranya pun sederhana.

Bahan

Bahan yang kita perlukan untuk membuat gula halus (icing sugar) antara lain adalah :

1 cup gula pasir atau gula kastor

1 sdm tepung jagung

Alat

Alat yang diperlukan untuk membuat gula halus (icing sugar) antara lain :

Blender atau foor processor

Saringan makanan

Langkah dan cara pembuatan

Siapkan gula pasir yang akan kita gunakan. Pastikan blender atau food processor dalam keadaan kering. Masukan gula pasir dan tepung jagung tadi kedalam blender sesuai takarannya. Blender semua bahan tadi hingga benar-benar halus. Jangan biarkan blender terlalu panas karena akan menyebabkan gula halus (icing sugar) yang kita buat menggumpal karena lembap.

Setelah proses penghalusan selesai, pindahkan gula halus (icing sugar) yang kita buat tadi ke saringan. Saring gula halusnya sampai halus seperti bedak.

Icing sugar yang kita buat siap kita gunakan dan dapat kita simpan dengan baik dalam suhu ruangan selama 3 bulan. Jika ingin memperpanjang umur pakainya kalian dapat mendinginkannya. Hal ini dapat membuat gula halus (icing sugar) buatan kita bisa bertahan hingga 6 bulan.

Itu di cara membuat gula halus atau icing sugar yang praktis di rumah. Kalian bisa langsung mencoba sendiri dirumah.

Tips dan info dari Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Baking Syrup Dalam Pembuatan Produk Bakery

Bagi sebagian orang, baking syrup dalam pembuatan produk bakery belum terlalu familiar. Sebagian besar orang masih menggunakan gula pasir dalam membuat kue dan roti, terutama industri rumahan. Padahal penggunaan baking syrup dapat meningkatkan kualitas kue dan roti menjadi lebih baik. Penggunaan baking syrup juga dapat memaksimalkan tingkat mengembangnya roti, karena kandungan dasar dari baking syrup dapat mempercepat proses ragi dalam adonan kue dan roti.

Kandungan Baking Syrup

Baking syrup merupakan formula khusus yang berasal dari berbagai bahan turunan seperti sirup jagung dan tapioka, bahan ini bekerja dengan sangat baik dengan ragi. Formula dari baking syrup ini sendiri mengandung sirup fruktosa, dekstrosa, dan poliol sesuai dengan gula pasir yang akan digunakan bersamaan dangan ragi.

Sirup jagung dan tapioka yang menjadi bahan dasar baking syrup di produksi melalui proses biokimia. Pati dari kedua bahan tersebut dipisahkan dari bulir jagung dan umbi tapioka untuk selanjutnya di proses secara enzimatik. Enzim yang ditambahkan ke dalam campuran air dan pati akan memecah rantai karbohidrat dalam pati menjadi sirup glukosa dan berbagai turunannya.

Penggunaan Baking Syrup

Penggunaan baking syrup dalam pembuatan produk bakery dapat meningkatkan kualitas kue dan roti yang kita buat menjadi lebih baik. Formulasi gula yang tidak tepat dapat menyebabkan roti tidak mengembang dengan optimal.

Penggunaan baking syrup dan gula pasir memiliki banyak persamaan tetapi sedikit memiliki perbedaan. Pada saat proses pengadukan berlangsung, baking syrup masuk bersama dengan bahan basah. Hal ini berbeda dengan gula pasir yang masuk sebagai bahan kering. Saat semua bahan sudah tercampur, waktu pengadukan untuk mencapai kondisi adonan yang kalis cenderung sama. Bahkan di beberapa jenis olahan kue dan roti, baking syrup tercatat memiliki waktu pengadukan lebih cepat. Ini karena ukuran partikel baking syrup yang lebih kecil ketimbang kristal gula pasir yang membantu agar proses untuk mencapai adonan yang homogen dapat berlangsung lebih mudah.                

Jika anda menginginkan roti dengan tekstur chruncy di luar dan berwarna cokelat keemasan, lebih mudah mengontrolnya dengan menggunakan baking syrup. Penggunaan baking syrup dapat membuat tekstur dan warna roti yang sempurna tanpa mengorbankan kualitas dan tingkat kelembutan roti yang kita harapkan.

Nah dari penjelasan tadi dapat kita simpulkan kalau penggunaan baking syrup jauh lebih baik ketimbang dengan gula pasir. Baking syrup juga mengandung zat yang mempercepat proses ragi. Selain itu dari segi harga, baking syrup sangatlah terjangkau dan juga baking syrup mudah kita dapatkan.

Produk Baking Syrup Gold

Kami dari Clio Surya Cemerlang merupakan distributor bahan makanan dan minuman di Bali. Memiliki satu produk unggulan yaitu Baking Syrup Gold. Formula khusus untuk roti, Baking syrup gold mengacu pada bahan yang pembuatan roti di Jepang, tentunya memiliki standard dan kualitas terbaik yang dapat menghasilkan olahan kue dan roti dengan cita rasa enak, bertekstur lembut, memiliki warna lebih cerah yang dapat menggugah selera.

Produk baking syrup kami memiliki kemasan dispenser. lebih mudah dalam menuang sehingga konsumen tidak perlu repot lagi. Untuk mengukur takaran, anda dapat menggunakan gelas volume atau timbangan.

Menyimpan Produk Baking Syrup kami sangat mudah dan memiliki umur penyimpanan yang lebih lama dari gula. Membuat hasil kue dan roti yang anda buat tetap lembut, tidak mudah keras, serta lebih tahan lama dalam berbagai kondisi. Kami selalu memastikan produk Baking Syrup Gold yang kami jual dalam keadaan baik, karena kepuasan konsumen menjadi prioritas utama kami.  

Kunjungi website kami untuk info produk dan pemesanan  http://www.tokocsc.co.id/