Kategori
Artikel

Baking Syrup, Pengganti Gula Untuk Produk Bakery

ilustrasi roti dengan baking syrup – amiraxgelcola/pixabay

Penggunaan gula dalam membuat produk bakery memang diperlukan untuk menciptakan rasa manis pada produk. Mulai dari gula pasir maupun gula cair dimasukan kedalam adonan. Akan tetapi, ada satu produk baru pengganti gula yang selain mampu menciptakan rasa manis, juga memiliki banyak keunggulan lain untuk produk bakery yang akan kita buat. Produk itu adalah Baking Syrup.

Memang baking syrup termasuk produk baru dan jarang diketahui masyarakat. Maka dari itu, perlunya edukasi kepada para pelaku industri bakery tentang tata cara penggunaan baking syrup dalam produk yang akan dibuat.

Apa Itu Baking Syrup?

Sebelum kita membahas cara pengaplikasianya, kita musti tau apa itu baking syrup.

Baking Syrup adalah pemanis pengganti gula yang dapat digunakan dalam roti. Pemanis yang digunakan adalah campuran beberapa jenis pemanis yang sudah biasa dan aman dipakai dalam produksi makanan dan minuman skala industri.

Terbuat Dari Apakah Baking Syrup?

Baking Syrup berbahan dasar jagung dan tapioka dengan kandungan gluten dan perisa. Formula ini mengandung komposisi yang meliputi sirup fruktosa, dekstrosa, dan poliol sesua dengan karakter gula pasir yang biasa digunakan bersama ragi. Baking syrup mengandung pemanis mutakhir untuk membuat roti manis dan lebih lembut.

Forimulasi gula yang kurang tepat dapat menyebabkan pengembangan roti tidak optimal dan hasil yang tidak diharapkan.

Proses Pembuatan Baking Syrup

Baking syrup dibuat dengan memproses sirup jagung dan tapioka melalui proses biokimia. Pati dari kedua bahan tersebut dipisahkan dari bulir jagung dan umbi tapioka untuk selanjutnya diproses secara enzimatik. Enzim yang ditambahkan ke dalam campuran air dan pati akan memecahkan rantai karbohidrat dalam pati menjadi sirup glukosa dan berbagai turunannya.

Apakah Baking Syrup Aman?

Baking Syrup Gold Cargill, Pengganti Gula Kue, tokocsc
baking syrup gold – cargill

Salah satu produk baking syrup yang kita gunakan adalah Baking Syrup Gold dari Cargill.

Baking syrup gold terbuat dari bahan pangan nabati alami dan bersertifikat halal. Cargill telah memasok bahan pemanis sejak 1983 untuk produksi skala industri dengan sertifikat kualitas ISO 9001:2015 dan keamanan pangan FSSC 22000.

Baca Juga Artikel: Baking Syrup Dalam Pembuatan Produk Bakery

Apa Perbedaan Baking Syrup Dengan Gula

Berbeda dengan gula pasir maupun gula cair, baking syrup dikembangkan untuk dapat bekerja baik bersama ragi. Gunanya untuk menghasilkan adonan yang lebih kokoh dan tidak mudah overproof dan overmix. Roti menjadi lebih lembut dengan umur simpan lebih lama tanpa pengawet.

Bagaimana Cara Penggunaan Baking Syrup?

Penggunaan baking syrup dengan gula pasir memang memiliki banyak persamaan. Akan tetapi. pada saat pengadukan adonan, baking syrup dimasukkan bersamaan dengan bahan basah. Hal ini berbedan dengan gula pasir yang dimasukkan sebagai bahan kering.

Sesudah semua bahan dimasukkan, waktu pengadukan untuk mencapai kondisi kalis cenderung sama. Beberapa jenis produk bakeri dikabarkan memiliki proses pengadukan lebih cepat dengan baking syrup. Ini disebabkan oleh ukuran partikel baking syrup yang lebih kecil dibandingkan gula pasir yang berbentuk kristal. Hal ini membantu agar proses untuk mencapai adonan yang homogen dapat berlangsung lebih mudah.

Nah itu dia artikel dari kami tentang Baking syrup sebagai pengganti gula untuk produk bakery. Nantikan artikel menarik lainnya hanya di tokocsc.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Cara Menggoreng Makanan Berbalut Tepung Roti Atau Panir Yang Benar

Gorengan… Ya makanan satu ini merupakan makanan favorit hampir setiap orang. Bagaimana tidak, tekstur makanan yang renyah dan rasa gurih yang enak membuat makanan satu ini menjadi primadona di semua kalangan masyarakat.

Mulai dari pisang goreng, tempe goreng, bakwan, risoles, roti goreng, dan tidak ketinggalan jajanan gorengan kekinian seperti corndog yang laris diserbu para pembeli.

Gorengan yang disebutkan diatas kebanyakan adonannya terbuat dari tepung adonan, tetapi ada juga gorengan yang menggunakan tepung roti atau tepung panir.

Tepung roti atau panir biasanya digunakan untuk lapisan gorengan seperti risoles, roti goreng, maupun pisang goreng. Selain gorengan diatas tepung panir juga merupakan lapisan luar dari nugget.

Saat sedang ingin membuat gorengan berbahan tepung panir di atas, balutan tepung yang kita gunakan biasanya susah menempel dan akan rontok saat digoreng dan ditiriskan.

Ini dapat membuat minyak goreng yang kita gunakan menjadi kotor dan keruh. Apalagi saat ini harga minyak goreng dipasaran yang sangat mahal.

Agar hal ini tidak terjadi, yuk simak cara menggoreng makanan berbalut tepung roti yang benar agar adonan tepung roti dan panir menempel sempurna pada gorengan.

Mempersiapkan Bahan Celup

ilustrasi adonan sedang dilapisi tepung roti. (SHUTTERSTOCK)

Agar adonan tepung roti atau panir melekat sempurna, cukup siapkan adonan bahan celup.

Biasanya bahan celup yang digunakan adalah adonan air, telur, dan larutan tepung.

Pastikan bahan celup dalam kondisi baik.

Selain menggunakan adonan bahan celup diatas, untuk makanan yang memiliki cita rasa gurih, adonan perekat yang paling cocok adalah telur.

Bisa menggunakan putih telurnya saja atau telur utuh yang dikocok.

Telur akan membuat panir atau tepung roti melekat baik dibandingkan dengan tepung.

Baca Juga Artikel : Perbedaan Tepung Roti dan Panir (Bread Crumbs)

Untuk makanan yang memiliki cita rasa manis, anda dapat menggunakan 3 campuran tadi.

Setelah dicelup, lapisi adonan yang akan kalian goreng dengan tepung roti atau panir. Jangan lupa untuk menepuk-nepuk pelan adonan gorengan tadi agar tepung roti atau panir melekat dengan sempurna.

Dengan menepuk adonan gorengan, kalian dapat menghindari sisa tepung roti atau panir yang belum menempel sempurna dengan gorengan rontok dan mengotori minyak goreng.

Simpan Di Kulkas

Jika anda mempunyai banyak waktu, anda dapat menyimpan adonan gorengan yang sudah dilapisi tepung roti atau panir tadi kedalam kulkas.

Hal ini dapat membuat tepung roti atau panir yang akan kita goreng menempel sempurna dengan adonan.

Letakan dalam wadah tertutup, kemudian masukan ke dalam kulkas selama kurang lebih 30 menit.

Ini dapat mengurangi tepung roti atau panir rontok saat digoreng.

Gunakan Minyak Goreng Yang Banyak

Salah satu cara agar gorengan yang berbalut tepung roti atau panir matang sempurna adalah dengan cara menggoreng dalam minyak yang banyak.

Rendam gorengan kedalam minyak, pastikan sebelum di rendam minyak dalam keadaan benar-benar panas agar hasil gorengan tidak terlalu berminyak.

Gorengan yang digoreng dengan minyak banyak yang panas tidak boleh digoreng terlalu lama. Hanya jika, adonan gorengan di dalamnya sudah matang.

Sedangkan jika adonan yang dilapisi tepung roti atau panir belum matang, gunakan api kecil atau sedang. Menggunakan api besar pada adoanan yang belum matang dapat membuat gorengan yang kita buat gosong dibagian luar tapi belum matang didalam.

Jangan Sering Dibolak-Balik

Trik lainnya agar lapisan tepung roti atau panir tidak mudah rontok adalah dengan tidak sering membolak-balik  adonan yang sedang di goreng. Biarkan adonan beberapa saat agar bernar-benar matang. Lalu kalian bisa balik sisi lainnya.

Tiriskan Gorengan Berbalut Tepung Roti Atau Panir Dengan Benar

Ilustrasi Meniriskan Gorengan Yang Berbalut Tepung Roti atau Panir (SHUTTERSTOCK)

Tiriskan gorengan yang sudah digoreng di atas kertas penyerap minyak atau tisu dapur.

Pastikan , cemilan dalam posisi berdiri saat ditiriskan. Hal ini dapat membat minyak lebih mudah ditiriskan dan cepat keluar dari gorengan.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang Cara Menggoreng Makanan Berbalut Tepung Roti Atau Panir Yang Benar. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Tokocsc

Kategori
Artikel

Perbedaan Tepung Roti dan Panir (Bread Crumbs)

Masyarakat banyak mengenal tepung roti (Bread Crumbs), tepung panir, dan panko. Sekilas tepung roti (Bread Crumbs), tepung panir dan panko memang mirip. Tetapi perbedaan tepung roti dan Panir (Bread crumbs) biasanya terdapat pada tekstur, ukuran, dan warna. Tepung roti (Bread Crumbs) atau tepung panir yang kita kenal juga dengan nama panko adalah sejenis tepung yang terbuat dari roti kering yang melalui proses penghalusan. Tepung ini gunanya untuk memberikan lapisan luar yang renyah pada makanan. Olahan dari tepung roti (Bread Crumbs), tepung panir maupun panko berbeda-beda, begitu juga tampilannya.

Tepung Roti / Panir Breadcrumbs Primera Panko

Perbedaan Tepung Roti dan Tepung Panir

Tepung Roti (Bread Crumbs) terbuat dari roti tanpa kulit yang melalui proses penggilingan menjadi butiran roti kecil seperti remah. Memiliki ukuran remah yang lebih besar dan juga lebih kasar dari tepung panir. Mencari tepung roti sangat mudah karena tepung roti (Bread Crumbs) banyak beredar, akan tetapi kita bisa membuat tepung roti itu sendiri dengan cukup mudah karena umumnya terbuat dari roti tawar kering.

Tepung roti yang memiliki nama lain bread crumbs biasanya kita gunakan untuk makanan yang membutuhkan tekstur renyah di lapisan luar seperti tempura, daging, dll.

Tepung Panir sekilas mirip dengan tepung roti karena bahan baku untuk membuat tepung panir yaitu roti yang sudah dikeringkan. Akan tetapi, dalam membuat tepung panir menggunakan bahan baku roti yang memiliki pinggiran. Roti yang sudah dikeringkan kemudian digiling menjadi remahan yang lebih kecil dari tepung roti (Bread Crumbs).

TEPUNG ROTI atau TEPUNG PANIR (BREAD CRUMBS) memiliki beberapa jenis – jenis yang berbeda dari segi tekstur dan warnanya sehingga tepung roti (bread crumbs) dan tepung panir memiliki perbedaan dalam kegunaanya.

Jenis-Jenis Tepung Roti

Tepung Roti Breadcrumbs Putih Primera Panko

Jenis-jenis Tepung Roti (Bread Crumbs) adalah sebagai berikut :

Tepung Roti Putih Basah

Fungsinya sebagai campuran isian ayam atau daging gulung, mengentalkan adonan puding, cake atau saus yang bercita rasa manis. Cara membuatnya : cabik2 roti (bukan yang kering) lalu proses dengan food processor sampai halus. Segera olah menjadi masakan. Tepung roti varian ini memiliki tekstur lembut.

Tepung Roti Putih Kering

Memasak ikan, ayam, daging atau sayuran sebaiknya menggunakan tepung roti varian ini. Menciptakan tekstur renyah pada lapisan luar ikan, ayam, daging dan sayuran. Cara membuatnya: letakkan roti tanpa kulit pada loyang datar selembar-selembar lalu jemur di bawah matahari sampai kering atau panggang dengan suhu 120° hingga kering tapi tidak kecoklatan. Lalu haluskan dengan food processor atau dengan cara memarkan di dalam kantung plastik. Tepung Roti yang sudah jadi dapat bertahan 1 bulan dalam wadah kedap udara.

Tepung Roti Coklat Kering

Biasanya digunakan untuk taburan masakan panggang, tepung roti coklat kering cocok digunakan untuk masakan seperti potato gratin atau untuk risoles dan kroket. Cara membuatnya: sama seperti membuat tepung roti putih kering. hanya saja suhunya lebih panas hingga roti berwarna kecoklatan sehingga nantinya tepung roti bewarna kecoklatan.

Tepung Roti Panko

Memiliki nama lain Panko Flour, tepung roti panko memiliki tekstur yang lebih kasar dari tepung roti biasa, ada yang berwarna kuning keemasan, juga putih. Makanan Jepang seperti Katsu atau Tempura biasanya menggunakan tepung varian ini. Rasanya lebih garing dan renyah. Meskipun banyak makanan asia menggunakan tepung ini, tepung roti panko telah mendapatkan popularitas dalam masakan Barat juga, misalnya baik sebagai topping untuk Eggplant Parmesan.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang Cara Menggoreng Makanan Berbalut Tepung Roti Atau Panir Yang Benar. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Nah sekian dari kami sedikit info tentang Perbedaan Tepung Roti dan Panir (Bread Crumbs). Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

tokocsc

Kategori
Artikel

Perbedaan Margarin dan Mentega Untuk Olahan Makanan

Kalian pasti sudah tidak asing dengan kata mentega dan margarin. Kedua produk ini banyak digunakan untuk olahan makanan seperti kue, roti dan sudah beredar luas di masyarakat. Akan tetapi masih banyak masyarakat belum mengetahui perbedaan mentega dan margarin.

Seringkali masyarakat malah menyamakan kedua produk ini. Memang secara fisik mentega dan margarin hampir sama dan susah untuk dibedakan. Akan tetapi kedua produk ini sangatlah berbeda.

Lalu apa sebenarnya perbedaan mentega dan margarin?

Apa Itu Mentega?

Mentega atau butter

1. Bahan Dasar Mentega

Mentega atau butter adalah produk susu yang dibuat menjadi krim. Pembuatan mentega melalu proses pengocokan susu agar lemak padat dari susu terpisah dengan buttermilk atau bagian cair susu.

Susu yang diolah menjadi mentega biasanya berasal dari susu sapi. Namun, ada beberapa jenis susu yang bisa diolah menjadi mentega seperti susu domba, kambing, atau kerbau.

2. Bentuk dan Ciri Mentega

Mentega atau butter memiliki warna kuning pucat atau putih kekuningan, tergantung makanan dari hewannya.

Kandungan lemak pada susu akan mempengaruhi rasa dan tekstur dari mentegai itu sendiri.

3. Jenis – Jenis Mentega

  • Sweet Cream Butter

Pernah dengar mentega krim manis atau sweet cream butter? Mentega jenis ini dibuat dari krim susu yang dipanaskan untuk membunuh patogen dan mencegah pembusukan.

  • Unsalted Butter (Mentega Tawar)

Selain jenis sweet cream butter, ada juga jenis mentega yang dibuat dari susu mentah tanpa proses pemanasan, mentega ini disebut unsalted butter karena rasanya yang tawar.

  • Whipped Butter

Jenis mentega ini dibuat sebagai olesan kue dan roti. Penambahan udara pada proses pembuatan jenis mentega ini, membuat mentega punya konsistensi lebih ringan dan tidak terlalu padat.

Berbanding dengan mentega biasa, jenis mentega whipped butter memiliki kandungan kalori dan lemak lebih sedikit. Kandungan lemak pada mentega menjadi salah satu faktor yang membedakan setiap merk produk mentega.

Karena, kandungan lemak pada mentega dapat mempengaruhi rasa dan juga tekstur dari produk mentega. Oleh karena itu , mentega yang berasal dari lemak hewani cenderung mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan margarin.

Apa Itu Margarin?

Medalia Margarin

Margarin merupakan produk non-dairy yang dibuat sebagai pengganti mentega. pada tahun 1800an, Margarin dibuat menggunakan lemak hewan.

Kini margarin dibuat dari campuran minyak nabati, air, garam, dan pengemulsi. Ada juga beberapa produk margarin yang dicampur dengan susu.

Berbeda dengan mentega, margarin tidak bisa kalian buat sendiri di rumah.

Baca Juga Artikel : Minyak Padat Untuk Olahan Makanan Bebas Minyak

Perbedaan Mentega Dan Margarin

Perbedaan mentega dan juga margarin yang paling signifikan yaitu lemak yang terkandung di dalamnya. Mentega yang berasal dari susu mengandung lemak jenuh yang tinggi, sedangkan mergarin terbuat dari minyak nabati mengandung lemak trans.

Selain itu tekstur margarin akan lebih padat bila berada di suhu ruangan ketimbang mentega.

Hal itu dikarenakan jumlah lemak jenuh pada margarin akan membuat ikatan yang padat pada suhu ruangan.

Oleh karena itu, jika anda ingin membeli mentega melalui platfrom online, anda harus memilih pengiriman cepat yang dalam hitungan jam.

Sedangkan jika ingin membeli margarin, anda dapat memilih pengiriman dengan durasi lebih lama.

Para pembuat kue kebanyakan memilih mentega karena rasanya. Sedangakan margarin juga memiliki kelebihan tersendiri.

Kandungan air yang tinggi pada margarin, membuat produk-produk yang dibuat menggunakan margarin akan memiliki tekstur yang lebih lembut.

Penggunaan mentega dan margarin terkadang bisa digantikan satu dengan lainnya tergantung kebutuhan dan rasa yang ingin dicari.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang perbedaan mentega dan margarin. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Mengenal High Fructose Corn Syrup

sirup fruktasa dan gula pasir

High fructose corn syrup (HFCS) atau lebih dikenal dengan sirup fruktosa / fructose adalah pemanis buatan yang terbuat dari tepung jagung. Seperti dalam produksi sirup jagung konvensional, tepung pati terurai menjadi glukosa oleh enzim. Untuk membuat fructose syrup awalnya sama seperti membuat sirup jagung, yakni menguraikan pati jagung menjadi glukosa. Selanjutnya diproses oleh glukosa isomerase guna mengubah sebagian glukosa menjadi fruktosa.

Sebagai bahan pemanis, High fructose corn syrup sering dibandingkan dengan gula. Akan tetapi HFCS memiliki keunggulan yaitu lebih mudah di tangani dan lebih hemat biaya ketimbang gula.

Dalam high fructose syrup biasanya terdapat lebel HFCS 42 atau HFCS 55. Berarti kandungan fructose pada sirup sebesar 42% dan 55%. HFCS 42% biasanya digunakan dalam olahan cereal sarapan, sedangkan HFCS 55 digunakan dalam olahan minuman.

Rumus kimia fructose

Proses pembuatan high fructose corn syrup

High fructose corn syrup diperoleh melalui pengolahan sirup glukosa dengan proses isomerisasi. Bila dibandingkan dengan sukrosa (gula pasir), fruktosa / fructose memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi, antara 1,2 sampai 1,6 kali lebih manis. Sirup Fructose berfungsi sebagai pemanis yang mensubstitusi penggunaan gula untuk industri minuman (teh, kopi, jus, dan soft drink), roti dan makanan ringan (kue kering, pastry, roti, selai, dan agar-agar), dan produksi susu (susu kental manis dan es krim).

Mana yang lebih baik? HFCS atau gula meja?

Biasanya terdapat 2 label dalam HFCS, yaitu HFCS 42 dan HFCS 55. nah kandungan fructosa keduanya ternyata tidak jauh berbeda dibandingkan dengan gula pasir.

Nah oleh karena itu, sebenarnya keduanya hampir sama. Akan tetapi sirup fructose lebih mudah untuk ditangani dan cenderung memiliki rasa yang lebih manis dari gula. Selain rasa yang lebih manis dari gula meja, harga HFCS juga 10% lebih murah ketimbang gula meja.

Karena harganya yang lebih murah dari gula meja, sirup fructose sangat cocok digunakan dalam usaha kue, makanan, dan minuman.

Sekian dari kami info tentang high fructose corn sirup (HFCS). Nantikan artikel menarik lainnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang